PEKANBARU (RA) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, memastikan upaya penanganan stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak terus berlanjut. Intervensi stunting dilakukan dengan upaya pemenuhan nutrisi pada mereka yang terindikasi stunting.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar mengatakan bahwa intervensi stunting terus berlanjut. Penanganan yang dilakukan untuk pengentasan stunting ini memerlukan proses.
"Intervensi gizi ini kita teruskan. Jadi kita minta pak camat dan pak lurah memberikan perhatian khusus terhadap anak-anak stunting ini," kata Markarius Anwar, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, penanganan stunting ini perlu kolaborasi semua pihak. Pemerintah Kota Pekanbaru juga menggandeng pihak swasta dalam upaya pemenuhan nutrisi anak terindikasi stunting.
Camat dan lurah bisa merangkul pengusaha yang ada di wilayah masing-masing untuk mengakomodasi program CSR mereka dan diarahkan ke penanganan stunting.
"Seperti beberapa waktu lalu ada dari pihak Angkasa Pura yang, BRI ada sumbangan stunting. Nanti bisa kita arahkan ke program bapak asuh, dan anak stunting ini bisa mendapatkan intervensi gizi secara rutin sampai selesai," jelasnya.
Sebelumnya Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menetapkan target bagi Kota Bertuah untuk mencapai status zero stunting atau bebas kasus tengkes dalam waktu dekat.
Komitmen ini disampaikan sebagai kelanjutan dari keberhasilan Pemerintah Kota Pekanbaru yang mencatatkan prestasi gemilang sepanjang tahun 2025.
Data menunjukkan, Pemko telah berhasil menangani lebih dari 3.000 kasus stunting melalui berbagai intervensi gizi yang terintegrasi.
Agung menegaskan bahwa upaya penurunan angka stunting tetap menjadi prioritas utama meskipun daerah sedang menghadapi tantangan fiskal. Ia menyebutkan bahwa pencapaian tahun lalu menjadi modal kuat untuk mempercepat eliminasi kasus gangguan pertumbuhan pada anak di Pekanbaru.
"Kita targetkan Pekanbaru bisa zero stunting. Ini adalah misi kemanusiaan untuk menyiapkan generasi masa depan yang tangguh," katanya, Sabtu (21/2/2026).
Guna mencapai target tersebut, Wali Kota menekankan pentingnya strategi kolaborasi, terutama dengan dunia usaha dan sektor swasta.
Langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi keuangan daerah yang mengalami tekanan. Berdasarkan data yang dipaparkan, transfer dana dari pemerintah pusat ke kas daerah Pekanbaru tahun ini mengalami pengurangan yang cukup signifikan, yakni mencapai Rp400 miliar.