Tetap 'Strong' Meski Cuma Sahur Mi Instan? Bisa Saja, Begini Caranya

Senin, 09 Maret 2026 | 05:04:46 WIB
Ilustrasi mi instan.

RIAUAKTUAL (RA) - Bangun sahur yang terlalu dekat dengan waktu imsak membuat pilihan menu sahur serba terbatas, harus yang serba praktis. Mi instan jadi penyelamat karena cepat dimasak dan rasanya familiar di lidah. Namun di balik kepraktisannya, jika dikonsumsi berlebihan dengan seluruh bumbunya, tubuh akan menahan lebih banyak cairan untuk menjaga keseimbangan kadar garam dalam darah.

Kondisi ini dapat memicu rasa haus lebih cepat saat berpuasa. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan bahwa keseimbangan natrium dan kalium berperan penting dalam menjaga tekanan darah serta fungsi otot dan saraf. Ketika asupan natrium tinggi tetapi kalium rendah, keseimbangan elektrolit bisa terganggu, yang pada sebagian orang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, pusing, atau tubuh terasa lebih lemas.

Karena saat puasa tubuh tidak mendapat asupan cairan selama berjam-jam, efek rasa haus akibat konsumsi natrium tinggi bisa terasa lebih signifikan dibanding hari biasa. Meski begitu, bukan berarti sahur dengan mi instan harus langsung dianggap "gagal sehat". Ada cara cerdas untuk mengimbanginya agar tubuh tetap lebih stabil dan energi tidak cepat drop sepanjang hari.

Lalu, apa saja yang bisa dilakukan agar sahur mi instan tetap lebih ramah bagi tubuh?

Untuk membantu menyeimbangkan asupan natrium dari mi instan, tubuh membutuhkan kalium yang cukup. Kalium berperan dalam menjaga keseimbangan cairan, fungsi otot, dan tekanan darah.

Menurut National Institutes of Health (NIH) Office of Dietary Supplements yang dilansir melalui detikcom, kalium membantu mengurangi efek natrium terhadap tekanan darah dengan mendukung pembuangan natrium melalui urine serta merelaksasi dinding pembuluh darah. Karena itu, rasio natrium-kalium yang seimbang penting untuk menjaga stabilitas tubuh.

Buah seperti pisang dan pir termasuk sumber kalium yang baik. Selain itu, keduanya juga mengandung serat. Laman Harvard T.H. Chan School of Public Health menjelaskan bahwa serat (terutama serat larut seperti pektin) membantu memperlambat penyerapan karbohidrat, menjaga kadar gula darah lebih stabil, serta membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.

Dalam konteks sahur, kombinasi kalium dan serat ini membantu:

- Menjaga keseimbangan cairan tubuh
- Mengurangi risiko rasa haus berlebihan
- Membantu energi lebih stabil sepanjang hari

Artinya, menambahkan buah tinggi kalium dan serat saat sahur bukan untuk "menetralisir" mi instan, melainkan membantu tubuh tetap seimbang secara fisiologis.

Terkini

Terpopuler