Serap Kebutuhan Pendidikan, Wako Agung Sambangi SMP Madani Pekanbaru

Sabtu, 07 Maret 2026 | 19:21:21 WIB
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho foto bersama santri SMP Madani Pekanbaru

PEKANBARU (RA) - Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho melakukan kunjungan ke SMP Negeri Madani Pekanbaru, Sabtu (7/3/2026). 

Agung datang bersama rombongan untuk bersilaturahmi dengan para tenaga pengajar serta santri yang menempuh pendidikan di sana.

Kedatangan Wako langsung disambut ustadz dan ustadzah serta seluruh santri. Agung mendengar langsung aspirasi terkait kenyamanan belajar dan perbaikan infrastruktur sekolah.

Dalam suasana penuh kehangatan, Agung menyampaikan bahwa kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi juga menjadi sarana menyerap masukan dari lingkungan pendidikan, sehingga dapat terus ditingkatkan kualitas fasilitas pendidikan di SMP Negeri Madani.

"Silaturahmi ini penting untuk mempererat hubungan antara pemerintah dengan para pendidik dan santri, sekaligus mendengar langsung kebutuhan yang ada di sekolah ini, khususnya terkait kenyamanan belajar dan peningkatan infrastruktur," kata Wako.

Wako juga mengungkapkan rencana untuk kembali mengunjungi sekolah tersebut pada Minggu malam mendatang. Dalam kesempatan itu, ia dijadwalkan melaksanakan salat tarawih berjamaah bersama para santri serta para ustadz dan ustadzah di lingkungan SMP Negeri Madani.

Selain itu, pemerintah kota tengah mempersiapkan pembukaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMP Negeri Madani. Dalam diskusi bersama pihak sekolah, muncul rencana penambahan kuota penerimaan siswa baru.

Diketahui saat ini, setiap angkatan di sekolah tersebut hanya menampung sekitar 50 siswa. Pemerintah kota berupaya meningkatkan jumlah tersebut agar lebih banyak pelajar yang dapat memperoleh kesempatan menempuh pendidikan di sekolah berbasis keislaman itu.

"Kuota penerimaan siswa baru saat ini masih sekitar 50 orang per angkatan. Kami sedang mengkaji kemungkinan untuk menambah kapasitas tersebut agar lebih banyak anak-anak yang bisa belajar di sini," jelas Agung.

Ia juga mengapresiasi kualitas pendidikan di SMP Negeri Madani yang dinilainya sangat baik, khususnya dalam pembinaan hafalan Al-Qur’an. Ia menyebut capaian para santri di sekolah tersebut melampaui target yang telah ditetapkan.

"Secara kurikulum, sekolah ini menargetkan hafalan Al-Qur’an sebanyak 15 juz bagi para santri. Namun dalam praktiknya, banyak santri yang mampu menghafal lebih dari 20 juz. Masya Allah, kualitas pendidikan di sini luar biasa. Ini menunjukkan komitmen kuat dari para ustadz, ustadzah, dan seluruh santri dalam menciptakan generasi muda yang berilmu, berakhlak, serta memiliki fondasi keagamaan yang kuat," paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, kepala sekolah, guru, hingga para santri menyampaikan sejumlah aspirasi yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di sekolah tersebut.

Kepala SMP Negeri Madani Pekanbaru, Abdurahman S.Pd, mengatakan bahwa kunjungan tersebut dimanfaatkan untuk berdialog langsung dengan pemerintah kota. Salah satu isu utama yang disampaikan para tenaga pengajar adalah terkait pembelajaran tahfiz Al-Qur’an.

Menurut Abdurahman, para guru berharap agar pelajaran tahfiz Al-Qur’an dapat dijadikan sebagai muatan lokal dalam kurikulum sekolah. Dengan status tersebut, pembelajaran tahfiz dapat disinkronkan dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) milik Dinas Pendidikan.

"Harapannya, jika tahfiz Al-Qur’an menjadi muatan lokal, maka bisa masuk dalam sistem Dapodik. Dengan begitu, guru tidak perlu lagi menambah jam pelajaran di luar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam," ujar Abdurahman.

Selain persoalan kurikulum, pihak sekolah juga menyampaikan kebutuhan dukungan operasional, termasuk sarana transportasi yang menunjang kegiatan pendidikan. Menanggapi hal itu, Wali Kota Pekanbaru menyatakan komitmennya untuk membantu fasilitas transportasi bagi sekolah.

Abdurahman mengungkapkan, pemerintah kota berencana memberikan satu unit mobil HiAce yang mampu mengangkut hingga 20 orang. Kendaraan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk menunjang berbagai kegiatan santri maupun kegiatan sekolah di luar kampus.

"Alhamdulillah, di sisi lain kebutuhan infrastruktur sekolah juga menjadi perhatian, bahwa sebelumnya telah dilakukan renovasi pada asrama sekolah. Namun demikian, masih terdapat beberapa ruang kelas yang memerlukan perbaikan agar proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih nyaman," pungkasnya.

Terkini

Terpopuler