Jelang Lebaran, Kadisbun Riau Imbau Petani Sawit Tak Panen Asal-asalan

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:33:33 WIB
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Supriadi.

PEKANBARU (RA) - Menjelang Hari Raya Idulfitri, kebutuhan rumah tangga masyarakat biasanya meningkat. Kondisi ini kerap membuat sebagian petani kelapa sawit tergoda memanen buah secara asal-asalan, bahkan menurunkan tandan yang belum matang dari pohonnya. 

Kepala Dinas Perkebunan Riau, Supriadi, mengingatkan para pekebun agar tetap mematuhi pola panen yang benar dan menerapkan praktik budidaya yang baik, meskipun kebutuhan ekonomi menjelang lebaran meningkat. 

"Sebentar lagi kita akan menghadapi akhir Ramadan dan Lebaran Idulfitri. Kita tentu dihadapkan dengan lonjakan pengeluaran," kata Supriadi. 

Ia mengimbau para pekebun sawit tidak merusak masa depan kebun hanya untuk menutupi kebutuhan sesaat. Menurutnya, memanen buah yang belum waktunya justru akan merugikan petani dalam jangka panjang. 

"Karena itu kami menghimbau agar para pekebun tetap mengikuti pola panen dan praktik budidaya yang baik. Jangan merusak masa depan kebun dan kita sendiri demi menutupi kebutuhan sesaat," ujarnya. 

Supriadi menegaskan, tandan buah segar yang dipanen sebelum matang dapat menurunkan kualitas hasil dan berdampak pada produksi kebun di masa mendatang. Dampaknya bukan hanya pada hasil panen saat ini, tetapi juga pada produktivitas dan pendapatan petani ke depan. 

"Panen buah yang belum waktunya akan merusak dan berdampak jangka panjang bagi produksi dan penghasilan pekebun," jelasnya. 

Selain itu, menurutnya buah sawit yang belum matang maksimal juga tidak akan diterima oleh petani maupun pengepul. 

Ia berharap para petani dapat tetap bijak dalam mengelola kebun. Dengan menjaga pola panen dan budidaya yang baik, kesejahteraan petani di masa depan tetap terjaga. 

"Lebaran meriah dan hidup sejahtera bisa dicapai melalui kearifan dalam memanen dan berbudi daya yang baik," tutupnya.

Tags

Terkini

Terpopuler