PEKANBARU (RA) - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau kembali meningkat. Berdasarkan pantauan BMKG melalui citra satelit, Jumat (13/2/2026), terdeteksi sebanyak 280 hotspot di wilayah Riau atau mayoritas dari total 329 hotspot yang terpantau di Pulau Sumatera.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Ranti Kurniati, menyampaikan bahwa jumlah tersebut menunjukkan konsentrasi hotspot paling tinggi berada di Kabupaten Bengkalis.
"Dari total 280 hotspot di Riau, sebanyak 207 titik terpantau di Kabupaten Bengkalis. Ini menjadi wilayah dengan jumlah titik panas paling dominan dan perlu kewaspadaan serius," ujar Ranti, Jumat pagi.
Selain Bengkalis, sebaran hotspot lainnya terpantau di Kabupaten Pelalawan 16 titik, Siak 11 titik, Indragiri Hilir 10 titik, Kepulauan Meranti 10 titik, Kota Dumai 9 titik, Rokan Hilir 7 titik, Kampar 5 titik, serta masing-masing 2 titik di Rokan Hulu dan Indragiri Hulu. Kabupaten Kuantan Singingi terpantau 1 titik panas.
Dari 280 titik panas yang terpantau di Riau, 6 titik berada pada tingkat kepercayaan tinggi dan sudah dipastikan sebagai titik. Kemudian 67 titik di tingkat kepercayaan sedang dan 7 titik di level rendah.
Secara regional, Riau menjadi penyumbang hotspot terbanyak di Sumatera, jauh di atas provinsi lain seperti Jambi 12 titik, Kepulauan Riau 10 titik, Bangka Belitung 12 titik, dan Aceh 7 titik.
Kondisi cuaca, juga masih menunjukkan potensi karhutla menjadi cukup tinggi. Yang mana cuaca Riau masih didominasi cerah berawan hingga berawan. Dengan potensi hujan ringan ri sejumlah wilayah.
BMKG memperkirakan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan akan terjadi di sebagian wilayah Siak, Pelalawan, Kampar, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Rokan Hulu, dan Kota Pekanbaru pada malam hingga dini hari.
Suhu udara berkisar antara 23,0–33,0 derajat Celsius dengan kelembapan 50–98 persen. Angin bertiup dari arah Utara hingga Timur dengan kecepatan 10–30 km/jam.
Untuk wilayah perairan Provinsi Riau, tinggi gelombang laut diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau dalam kategori rendah.
BMKG mengingatkan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan agar meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di wilayah dengan konsentrasi hotspot tinggi seperti Bengkalis. Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran.