UMRI Gelar Expert Lecturer Bahas Ancaman Perang Dunia III Jelang Ramadhan

Rabu, 11 Februari 2026 | 17:32:30 WIB
UMRI Gelar Expert Lecturer.

PEKANBARU (RA) - Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menggelar Expert Lecturer bertema "The Threat of World War III: The Role and Strategies of Muslims in Responding to It" yang dirangkaikan dengan Tarhib Ramadhan 1447 Hijriah, Rabu (11/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Kampus Umri, Jalan Tuanku Tambusai itu menghadirkan Rektor Hormoud University Somalia, Prof Dr Abdi Omar Shuriye.

Acara dihadiri Rektor Umri Dr Saidul Amin MA, jajaran wakil rektor, Ketua Badan Pembina Harian (BPH), Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau, para dekan, dosen, serta tenaga kependidikan.

Dalam sambutannya, Saidul Amin mengajak seluruh civitas akademika menjadikan Ramadhan sebagai momentum penguatan spiritual dan kepedulian sosial.

"Kita menargetkan 1.500 fakir miskin dapat merasakan manfaat wakaf, zakat, dan infak selama Ramadhan. Jika setiap elemen Umri berkontribusi satu paket buka puasa, maka ratusan orang bisa terbantu," ujarnya.

Ia juga mendorong keluarga besar Umri untuk memakmurkan masjid serta menjadikan Ramadhan sebagai titik awal lahirnya semangat baru dan inovasi kampus.

Sementara itu, Prof Abdi Omar Shuriye dalam kuliah pakarnya menyoroti meningkatnya rivalitas kekuatan besar dunia yang berpotensi memicu konflik global.

Menurutnya, negara-negara seperti Amerika Serikat, Rusia, China, Prancis, dan Inggris memiliki ribuan hulu ledak nuklir yang menjadi instrumen dominasi global.

"Dunia saat ini lebih banyak diatur oleh keseimbangan kekuatan dibandingkan prinsip keadilan," katanya.

Ia menegaskan, negara-negara Muslim tidak bisa hanya bergantung pada sistem internasional. Umat Islam, kata dia, perlu memperkuat pendidikan, kemandirian teknologi, dan ekonomi.

Prof Abdi juga menyoroti ketimpangan ekonomi global, di mana sebagian kecil populasi dunia menguasai sebagian besar kekayaan.

"Kita punya potensi besar dari sisi sumber daya dan jumlah penduduk. Namun, belum memiliki kedaulatan dalam penguasaan teknologi dan sistem digital," ujarnya.

Ia menekankan pentingnya pembangunan karakter berbasis ihsan, itqan, dan ikhlas sebagai fondasi peradaban.

Dalam kesempatan itu, Umri dan Hormoud University Somalia juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) sebagai bentuk penguatan kerja sama internasional.

Tags

Terkini

Terpopuler