RIAUAKTUAL (RA) - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin kembali menyentil kebiasaan masyarakat Indonesia yang kerap mengabaikan ancaman diabetes. Ia menegaskan, diabetes jika tidak tertangani bisa berujung pada komplikasi berbagai penyakit kronis.
"Gula ini mother of all diseases, didiemin kita rasa sehat. Orang Indonesia suka gitu kan? Nggak diapa-apain kena ginjal, kena mata, kena stroke, jantung, segala macam penyakit keluar," kata Menkes, dilansir dari detikcom.
Dalam paparannya, Menkes menyinggung temuan program Cek Kesehatan Gratis sepanjang 2025. Menurut catatan Menkes, jumlah kasus diabetes yang terkendali sangat rendah dibanding temuan kasus diabetes secara keseluruhan.
Pengawasan terhadap para pengidap diabetes menurut Menkes akan diperketat. Saat muncul gejala-gejala awal risiko kardiovaskular misalnya, pihaknya akan langsung segera memberikan pengobatan yang diperlukan agar tidak memicu kerusakan organ dan komplikasi jangka panjang.
Terkait sebutan diabetes sebagai 'mother of diseases', sebenarnya apa saja penyakit yang muncul akibat kondisi ini?
1. Penyakit Jantung
Diabetes meningkatkan risiko penyakit jantung secara signifikan melalui kerusakan pembuluh darah yang berlangsung bertahun tahun. Kadar gula darah yang tinggi membuat dinding pembuluh darah menjadi lebih kaku dan mudah ditempeli lemak, sehingga aliran darah ke jantung terganggu. Kondisi ini mempercepat proses aterosklerosis yang berujung pada penyakit jantung koroner.
Penelitian dari jurnal Cardiovascular Diabetology dan Jurnal Kesehatan Andalas menunjukkan bahwa penderita diabetes memiliki risiko dua hingga empat kali lebih tinggi mengalami penyakit jantung dibandingkan individu tanpa diabetes. Studi tersebut menjelaskan bahwa hiperglikemia kronis memicu peradangan dan disfungsi endotel yang menjadi dasar terjadinya gangguan kardiovaskular.
2. Stroke
Stroke merupakan salah satu komplikasi serius yang sering mengikuti diabetes dalam jangka panjang. Kerusakan pembuluh darah akibat gula darah tinggi membuat arteri di otak lebih rentan tersumbat atau pecah. Risiko ini meningkat saat diabetes berjalan bersamaan dengan tekanan darah tinggi (hipertensi).
Heart Science Journal tahun 2024 melaporkan bahwa diabetes berhubungan erat dengan peningkatan kejadian stroke iskemik maupun hemoragik. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kontrol gula darah yang buruk berkaitan dengan kerusakan kardiovaskular yang berdampak langsung pada suplai darah ke otak.
3. Penyakit Ginjal
Ginjal menjadi salah satu organ yang paling terdampak oleh diabetes. Kadar gula darah tinggi memaksa ginjal menyaring darah dalam kondisi berat secara terus menerus. Kerusakan pada pembuluh darah kecil di ginjal berlangsung perlahan hingga fungsi ginjal menurun.
Penelitian dari jurnal Clinical Journal of the American Society of Nephrology menyebutkan bahwa diabetes merupakan penyebab utama penyakit ginjal kronis di berbagai negara. Di Indonesia, proporsi penyakit ginjal kronis lebih tinggi pada kelompok dengan diabetes, terutama pada pengidap yang tidak terdiagnosis atau tidak terkontrol dalam waktu lama.
4. Gangguan Mata
Diabetes dapat menyebabkan gangguan penglihatan melalui kerusakan pembuluh darah retina. Kondisi ini dikenal sebagai retinopati diabetik dan sering berkembang tanpa gejala pada tahap awal. Penglihatan kabur biasanya baru dirasakan saat kerusakan sudah cukup luas.
Penelitian dari jurnal Scientific Report tahun 2025 menunjukkan bahwa kadar gula darah dan tekanan darah yang tidak terkontrol berkaitan erat dengan peningkatan risiko retinopati diabetik. Studi tersebut menegaskan bahwa pengendalian metabolik yang baik dapat memperlambat progres gangguan penglihatan pada penderita diabetes.
5. Hipertensi
Hipertensi sering ditemukan berjalan beriringan dengan diabetes dan saling memperburuk kondisi pembuluh darah. Gula darah tinggi mempengaruhi elastisitas pembuluh darah dan meningkatkan resistensi perifer yang berujung pada tekanan darah tinggi.
Penelitian dari jurnal Hypertension Research (2017) dan Annals of Medicine and Surgery (2022) menunjukkan bahwa penderita diabetes memiliki prevalensi hipertensi yang lebih tinggi dibanding populasi umum. Kombinasi diabetes dan tekanan darah tinggi mempercepat kerusakan pembuluh darah melalui proses peradangan dan penurunan elastisitas arteri, sehingga aliran darah ke jantung dan otak menjadi lebih rentan terganggu. Kondisi ini membuat risiko penyakit jantung dan stroke meningkat secara signifikan, terutama pada penderita diabetes dengan pengendalian gula darah yang kurang optimal.
6. Neuropati
Kerusakan saraf perifer menjadi komplikasi lain yang kerap muncul pada diabetes jangka panjang. Sensasi kesemutan, baal, atau nyeri pada kaki dan tangan sering menjadi tanda awal. Hilangnya sensasi nyeri membuat luka kecil mudah terabaikan dan berkembang menjadi infeksi serius.
Studi dari jurnal Diabetes Research and Clinical Practice tahun 2024 menyebutkan bahwa neuropati diabetik berkaitan langsung dengan durasi diabetes dan kontrol gula darah. Kadar gula darah yang stabil dapat menurunkan risiko kerusakan saraf secara bertahap.