PEKANBARU, (RA) - Di bawah langit cerah Jalan Pesisir Rumbai, Kamis (5/2/2026) pagi, suasana Taman Lalu Lintas. Ditlantas Polda Riau mendadak riuh oleh tawa ceria.
Sebanyak 124 murid TK Az Zuhra Cipta Karya datang dengan semangat tinggi untuk mengikuti program Polisi Sahabat Anak (Polsanak).
Bukan sekadar kunjungan biasa, mereka hadir untuk belajar menjadi pahlawan jalan raya sekaligus pelindung bumi melalui inisiatif cerdas bernama Green Policing.
Mengenakan seragam sekolah yang mungil, para siswa ini disambut hangat oleh Kasubditkamsel AKBP Dasril beserta tim. Mereka diajak berkeliling mengenal dunia dewasa yang penuh aturan namun dikemas secara menyenangkan.
Mulai dari arti warna lampu lalu lintas hingga pengenalan rambu larangan dan peringatan, semuanya disulap menjadi materi yang asyik bagi imajinasi anak-anak yang sedang mekar-mekarnya.
Kehadiran para Polwan dari Ditlantas menambah kemeriahan suasana. Melalui sesi tanya jawab interaktif, anak-anak berebut menjawab pertanyaan seputar keselamatan jalan raya demi mendapatkan hadiah buku edukasi.
Tak lupa, mereka juga diperkenalkan pada Tugu Laka Lantas sebagai pengingat visual yang kuat namun sederhana tentang betapa berharganya nyawa saat berada di jalan raya.
Namun, edukasi kali ini punya warna yang berbeda dan menyegarkan. Selain bicara soal aspal dan roda, Ditlantas Polda Riau menyelipkan pesan 'hijau' yang mendalam. Melalui program Green Policing, pihak kepolisian menyerahkan bibit pohon kepada murid dan guru.
Langkah ini adalah simbol nyata bahwa menjaga keselamatan di jalan harus berjalan beriringan dengan menjaga kelestarian alam tempat kita tinggal.
Dasril menekankan bahwa pembentukan karakter harus dimulai sejak dini agar tertanam kuat hingga dewasa. Menurutnya, anak-anak ini adalah bibit unggul yang nantinya akan tumbuh menjadi pelopor keselamatan di tengah masyarakat.
"Kami ingin menanamkan nilai tertib berlalu lintas dan kepedulian lingkungan secara bersamaan agar mereka jadi generasi yang berkarakter di masa depan," tuturnya penuh optimisme.
Pihak manajemen TK Az Zuhra menyambut antusias metode belajar di luar kelas ini. Mereka menyebutkan bahwa pendekatan persuasif dan humanis dari kepolisian membuat anak-anak tidak lagi merasa takut pada sosok polisi.
Justru, mereka kini melihat polisi sebagai sosok sahabat yang mengajarkan cara mencintai sesama pengguna jalan dan lingkungan dengan cara yang sangat mudah dimengerti.
Program edukasi ini ternyata merupakan bagian strategis dari rangkaian Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026. Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, menegaskan bahwa operasi kali ini tidak melulu soal penegakan hukum di jalanan.
Edukasi dan pembinaan sejak usia dini seperti inilah yang menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan budaya lalu lintas yang lebih beradab dan aman.