Ikuti Retret Kebangsaan Kemenhan RI, Ketua PWI Bengkalis Adi Putra: Pers sebagai Kader Bela Negara

Senin, 02 Februari 2026 | 09:46:00 WIB
Ketua PWI Kabupaten Bengkalis, Adi Putra (kiri), mengikuti Retret Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara.

BOGOR (RA) - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bengkalis, Adi Putra, mengikuti Retret Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI) di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Bela Negara Kemenhan, Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, sejak 29 Januari hingga 1 Februari 2026 tersebut, diikuti oleh 160 wartawan anggota PWI dari seluruh Indonesia.

Retret ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat wawasan kebangsaan, menumbuhkan nasionalisme, serta meneguhkan komitmen bela negara di kalangan insan pers sebagai salah satu pilar demokrasi.

Selama mengikuti retret, para peserta mendapatkan berbagai pembekalan materi strategis di lingkungan Pusdiklat Bela Negara Kemenhan RI.

Selain itu, peserta juga mengikuti pelatihan menembak di Markas Kopassus Cijantung sebagai bagian dari pengenalan kedisiplinan, ketangguhan mental, serta wawasan dasar pertahanan negara.

Retret PWI 2026 menghadirkan sejumlah pejabat tinggi negara sebagai narasumber.

Di antaranya Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, perwakilan Kementerian Dalam Negeri Akbar Ali, Kementerian Koperasi dan UMKM, BNPB, serta unsur Polri yang diwakili Kadiv Humas Polri dan Karopenmas Mabes Polri.

Dalam pembekalannya, Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan pentingnya menjaga nilai nasionalisme dan patriotisme di tengah derasnya arus informasi dan dinamika global.

"Insan pers harus selalu mengikuti perkembangan informasi. Kita tidak boleh tertinggal dan harus menyiapkan antisipasi untuk menjaga kepentingan nasional," ujar Sjafrie saat memberikan pembekalan di Pusat Kompetensi Bela Negara, Bogor, Sabtu (31/1/2026).

Sebelum menyampaikan materi, Sjafrie terlebih dahulu menerima paparan dari Kepala Pusat Kompetensi Bela Negara Brigjen TNI Ferry Trisnaputra terkait pelaksanaan pelatihan, tata letak kawasan, serta rencana pembangunan sarana latihan Komponen Cadangan.

Memasuki hari ketiga retret, Menhan RI hadir langsung untuk memberikan apresiasi atas semangat dan kedisiplinan para peserta.

Ia menegaskan bahwa bela negara merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara sebagaimana diamanatkan Pasal 30 UUD 1945, terutama dalam menghadapi ancaman militer maupun nonmiliter.

Menurutnya, insan pers memiliki peran strategis dalam menghadapi perang opini.

Wartawan dituntut mampu membaca situasi, menangkal disinformasi, serta menyampaikan informasi yang berpihak pada kepentingan nasional tanpa mengabaikan prinsip jurnalistik.

Retret PWI 2026 secara resmi ditutup pada Minggu (1/2/2026). Penutupan dipimpin oleh Kepala BPSDM Pertahanan Kemhan RI Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia di Lapangan Tembak Batalyon 13 Grup 1 Kopassus, Bogor.

Rangkaian penutupan ditandai dengan penanggalan tanda peserta, penyematan brevet bela negara, serta penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta yang dinyatakan lulus sebagai Kader Bela Negara.

Dalam sambutan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan yang dibacakan Kepala BPSDM Pertahanan, Kemhan RI menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan komitmen para wartawan selama mengikuti retret.

Pers dinilai memiliki peran penting dalam menopang kualitas demokrasi serta membangun kesadaran kebangsaan melalui pemberitaan yang berimbang, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Menanggapi kegiatan tersebut, Ketua PWI Bengkalis Adi Putra menilai retret ini sangat strategis dalam memperkuat peran wartawan di tengah dinamika kebangsaan.

"Wartawan tidak hanya dituntut profesional dalam kerja jurnalistik, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam tentang nilai-nilai kebangsaan. Retret ini menjadi sarana penguatan nasionalisme dan profesionalisme agar wartawan mampu menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berpihak pada kepentingan bangsa dan negara," ujar Adi, Senin (2/2/2026).

Terkini

Terpopuler