PEKANBARU (RA) - Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Hamdani MS SIP, menantang Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru untuk melakukan perubahan mendasar dalam pengelolaan sampah pada 2026.
Ia menegaskan, penanganan sampah tidak boleh lagi sebatas mengangkut lalu membuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Menurut Hamdani, pola penanganan sampah di Pekanbaru selama ini masih didominasi cara lama. Sampah diangkut dari lingkungan warga dan dibuang ke TPA tanpa pengelolaan berkelanjutan dari sumbernya.
"Kita challenge DLHK, di 2026 ini sudah harus mulai pengelolaan sampah yang sesungguhnya, yaitu dari sumbernya di rumah tangga. Jadi bukan hanya sekadar angkut lalu buang," kata Hamdani, Selasa (13/1/2026).
Politisi PKS itu menekankan pentingnya kejelasan pembagian tugas antara DLHK Kota Pekanbaru dengan Lembaga Pengelola Sampah (LPS).
Ia menilai, selama ini masih sering ditemukan sampah menumpuk di tepi jalan karena tidak jelasnya kewenangan penanganan.
"Harus jelas pembagian tugasnya. Mana yang menjadi tanggung jawab LPS dan mana yang ditangani DLHK," ujarnya.
Hamdani juga menyoroti peran LPS yang dinilai belum maksimal. Menurutnya, LPS seharusnya tidak hanya bertugas mengangkut sampah, tetapi menjadi lembaga pengelola yang aktif melakukan edukasi kepada masyarakat.
"Kita ingin LPS menjadi motor penggerak edukasi. Sampah harus dikelola dari rumah tangga, karena setiap rumah pasti memproduksi sampah," jelasnya.
Ia menambahkan, jika pengelolaan dilakukan sejak dari sumber, volume sampah yang dibuang ke TPA akan berkurang secara signifikan. Meski demikian, Hamdani mengakui perubahan pola tersebut membutuhkan proses dan tidak bisa dilakukan secara instan.
"Ini memang tidak bisa bimsalabim. Tapi setidaknya harus mulai dikerjakan secara serius dan masif," sebutnya.
Komisi IV DPRD Pekanbaru berharap pada 2026 DLHK dapat mendorong peran aktif LPS dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, sehingga terjadi perubahan nyata dalam sistem pengelolaan sampah di Kota Pekanbaru.
"Tahun 2026 kita harapkan sudah mulai pengelolaan sampah yang lebih baik, bukan hanya angkut lalu buang," tutup Hamdani.