Zapin Meskom Hadirkan Perempuan Sebagai Garda Terdepan Merawat Warisan Budaya Melayu

Ahad, 11 Januari 2026 | 20:19:03 WIB
Ketua Umum Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Riau Adrias Hariyanto

PEKANBARU (RA) - Ketua Umum Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Riau Adrias Hariyanto mengapresiasi pemecahan Rekor Museum Dunia Indonesia (MURI) Tari Zapin Meskom Berkebaya Labuh Kekek di Jalan Gajah Mada Pekanbaru, Minggu (11/1/2026).

"Pergelaran ini menjadi wujud antusias bahwa kami berkomitmen dalam melestarikan budaya melayu Riau. Dan hari ini kami turut berbangga, karena bukan lagi Rekor MURI melainkan Rekor Dunia," kata Adrias Hariyanto.

Pemecahan Rekor MURI Tari Zapin dengan target awal diikuti 4.000 penari tersebut, diakui Adrias mendapat antusias jumlah peserta hingga 6.085 penari.

“Kalau tidak ada kerja sama, ini tidak akan terwujud,” katanya.

Adrias menekankan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menari atau mengejar rekor semata. Menurutnya, pemecahan Rekor MURI ini merupakan ikhtiar bersama untuk menunjukkan bahwa perempuan Riau hadir di garda terdepan dalam menjaga dan merawat warisan budaya Melayu.

“Kegiatan ini bukan sekadar menari atau mengejar rekor. Ini adalah impian kita bersama untuk menunjukkan bahwa perempuan Riau hadir di garda terdepan menjaga dan merawat warisan Melayu,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan, nilai-nilai yang terkandung dalam Tari Zapin seperti kebersamaan, kesantunan, keteraturan, dan keharmonisan tercermin nyata selama proses latihan hingga pelaksanaan kegiatan. Nilai-nilai tersebut diyakini relevan untuk terus ditanamkan kepada generasi penerus.

Selain itu, busana Kebaya Labuh Kekek yang dikenakan para penari turut menjadi simbol kuat kesantunan, keanggunan, serta komitmen perempuan dalam menjaga marwah budaya dan adat Melayu.

Adrias menegaskan, capaian prestasi ini merupakan buah dari kerja keras, kedisiplinan, dan kebersamaan ribuan peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari organisasi wanita, PKK, Dharma Wanita, ikatan guru, hingga unsur organisasi perangkat daerah (OPD).

Keberhasilan ini, dikatakannya didahului proses latihan para penari hampir dua bulan penuh. Dalam kurun waktu tersebut, kedisiplinan, kekompakan, dan keseriusan peserta tumbuh menjadi kekuatan utama yang mengantarkan kegiatan berjalan sukses.

“Dua bulan latihan hasilnya sangat memuaskan. Melihat kedisiplinan dan kekompakan yang tumbuh, itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” katanya.

Melalui momentum pemecahan Rekor MURI ini, Adrias berharap generasi muda semakin mencintai dan melestarikan kebudayaan Melayu, tidak hanya dalam kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Harapan kami, generasi muda terus melestarikan kebudayaan Melayu. Apa yang kita lakukan hari ini adalah pesan kuat bahwa budaya Melayu tidak hanya dikenang, tetapi dijalani,” pungkasnya.

Terkini

Terpopuler