Polsek Tenayan Raya Bongkar Pertambangan Tanah Urug Beromzet Puluhan Juta

Polsek Tenayan Raya Bongkar Pertambangan Tanah Urug Beromzet Puluhan Juta
Pelaku DS (44), YU (58), dan MI (38)

Riauaktual.com – Aktivitas penambangan pasir ilegal di Jalan Budi Bakti, Kelurahan Sialang Sakti berhasil diungkap Tim Opsnal Polsek Tenayan Raya, Selasa (28/5/2024). Kegiatan ilegal ini ternyata memiliki omzet puluhan juta rupiah.

Kapolsek Tenayan Raya, Kompol Oka Mahendra Syahrial, melalui Kanit Reskrim, Iptu Dodi Vivino, mengungkapkan bahwa tiga pelaku berinisial DS (44), MI (38), dan YU (58) berhasil diamankan. 

"Selain tiga pelaku, kami juga berhasil mengamankan barang bukti dua unit dump truk berisi tanah dan satu unit alat berat excavator," ujarnya pada Rabu (29/4/2024).

Menurut penyelidikan, pertambangan tersebut tidak memiliki izin resmi alias ilegal. 

Ketiga pelaku memiliki peran berbeda dalam operasi tersebut. MI berperan sebagai pengelola dan pencatat pengeluaran tanah timbun, YU sebagai operator alat berat, dan DS selaku pemilik lahan.

"Selain dua unit dump truk, kami juga mengamankan uang tunai sebesar Rp5,4 juta yang digunakan untuk pembayaran kepada pemilik tanah," jelas Dodi.

Dalam empat hari beroperasi, para pelaku mampu mengisi 600 dump truk dengan omzet mencapai Rp30 juta. Setiap truk yang mengambil tanah dijual seharga Rp50 ribu.

Akibat aktivitas tambang ilegal ini, jalan di sekitar lokasi menjadi rusak parah, berlubang, dan berdebu. Rumah-rumah warga di sekitar daerah tersebut juga terancam longsor. 

"Para pelaku ini selesai beraktivitas dan tanah galian sudah habis, mereka akan pindah ke lokasi lain. Sementara lokasi yang mereka tinggalkan dibiarkan rusak dan tanah timbunan yang berjatuhan ke jalan menyebabkan jalan rusak dan berlubang," jelas Dodi.

Para pelaku dijerat Pasal 158 Undang-Undang RI Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.

 

 

 

#Lingkungan

Ikuti RiauAktual di GoogleNews

Berita Lainnya

Index