Sungai Siak Surut, BPBD Pekanbaru Klaim Tak Ada Lagi Genangan Banjir

Sungai Siak Surut, BPBD Pekanbaru Klaim Tak Ada Lagi Genangan Banjir
Pj Walikota Pekanbaru, Muflihun saat meninjau wilayah banjir di Kecamatan Rumbai beberapa waktu lalu

Riauaktual.com - Banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kota Pekanbaru mulai surut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru, memastikan tidak ada lagi wilayah Pekanbaru terdampak banjir.

BPBD Kota Pekanbaru sudah melakukan pemantauan dan sejak, Kamis (8/2) kemarin dan terpantau mayoritas tidak ada lagi wilayah direndam banjir di permukiman yang berada di bantaran sungai. 

Kalaksa BPBD Kota Pekanbaru, Zarman Candra melalui Kasi Kedaruratan, Suhendri mengatakan berdasarkan pantauan sejak beberapa hari terakhir tidak ada lagi wilayah Pekanbaru tergenang banjir. Adapun sebagian wilayah yang masih tergenang air lantaran berada di dataran rendah.

"Rata-rata sudah zero (kawasan banjir), kecuali ada beberapa dataran yang rendah. Kalaupun ada, itu pun cuma kurang lebih ketinggiannya 15 sentimeter," kata Suhendri, Minggu (11/2). 

Tim dari BPBD melakukan pemantauan ke wilayah rawan banjir. Mereka juga memantau permukiman yang berada di bantaran Sungai Siak yang menjadi wilayah terparah direndam banjir beberapa waktu lalu. Dirinya menilai, pasang surut air Sungai Siak kini tidak terlalu tinggi.

"Alhamdulillah dari kondisi monitor anggota sudah aman. Mudah-mudahan pasang surut sungai tidak terlalu tinggi," terangnya. 

Meski banjir sudah kembali normal, pihaknya masih melakukan antisipasi di lokasi rawan banjir. Pihaknya tetap menyediakan tenda di beberapa lokasi rawan untuk penanggulangan bencana.

"Sebagian sarana prasarana masih di lokasi. Tapi sebagian sudah bisa diambil," jelasnya. 

Sebelumnya BPBD Pekanbaru melakukan pendataan terhadap masyarakat yang terdampak banjir. Sri Meranti dan Meranti Pandak menjadi kelurahan paling parah terdampak banjir di Kota Pekanbaru.

Ribuan Kepala Keluarga (KK) yang berada pada dua kelurahan di Kecamatan Rumbai ini terdampak. Kelurahan tersebut memang rawan banjir karena posisinya paling dekat jaraknya dengan aliran Sungai Siak.

"Ini membuat kedua wilayah itu paling berpotensi banjir, kondisi ini akibat fenomena pasang air sungai lima tahunan, air permukaan sungai juga terus bertambah," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekanbaru, Zarman Candra, Senin (15/1). 

Dari pendataan hingga saat ini memang wilayah yang paling banyak terdampak banjir ada di Kecamatan Rumbai. Kondisi ini terjadi karena air dari aliran Sungai Siak meluap hingga ke pemukiman warga.

Hujan yang melanda pada pekan kemarin membuat wilayah terdampak banjir terus bertambah di Rumbai. Hal ini juga membuat jumlah kepala keluarga atau KK yang terdampak juga bertambah. Total ada 3.000 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir. 

Zarman menyebut, pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait dalam menangani banjir yang melanda kota selama hampir selama beberapa pekan ini. Ia menyebut potensi curah hujan sedang hingga tinggi dalam beberapa hari mendatang.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi curah hujan yang masih bisa terjadi. Ia menilai harus ada langkah antisipasi yang dilakukan mencegah dampak banjir.

Ikuti RiauAktual di GoogleNews

Berita Lainnya

Index