Viral Perempuan Mukbang Bakwan, Berikut Deretan Bahaya Makan Gorengan Terlalu Banyak

Viral Perempuan Mukbang Bakwan, Berikut Deretan Bahaya Makan Gorengan Terlalu Banyak
Bahaya terlalu banyak konsumsi gorengan. (Foto: Freepik.com)

Riauaktual.com - Video seorang perempuan mukbang bakwan di sosial media X @tanyakanrl mendadak viral. Dalam video tersebut, perempuan ini terlihat makan dengan lahap beberapa bakwan dengan cocolan sambal yang ada di hadapannya.

Dalam video tersebut, bakwan menjadi terasa sangat lezat dan membuat beberapa netizen pun ingin menyantapnya. Gorengan sendiri sebenarnya menjadi makanan yang sangat populer di Indonesia. Banyak sekali masyarakat yang mengonsumsi gorengan untuk camilan sehari-hari.

Hal ini lantaran rasa gorengan yang lezat dan bikin enggak bisa berhenti makan. Namun, tentu saja ada bahaya untuk tubuh jika makan gorengan terlalu banyak. Bukan hanya meningkatkan asupan kalori harian pada tubuh, mengonsumsi gorengan dalam jumlah banyak juga akan meningkatkan risiko penyakit berbahaya.

Beberapa penyakit di antaranya yakni obesitas, penyakit jantung, diabetes, dan lain sebagainya. Untuk mengetahui lebih jelas bahaya makan gorengan terlalu banyak, cobalah simak rangkuman informasi dari Kementerian Kesehatan Direktorat Jendral Pelayanan Masyarakat, Kamis (04/1/2024)

1. Menyebabkan kelebihan berat badan

Makanan yang digoreng akan menyerap lemak dari minyak. Hal ini membuat gorengan memiliki kalorinya akan menjadi lebih tinggi. Ketika dikonsumsi terlalu banyak, maka semakin tinggi asupan kalori harian seseorang. Keadaan ini membuat seseorang akan mengalami kelebihan berat badan dan obesitas.

Selain itu, kandungan lemak trans dalam makanan yang digoreng juga memainkan peran penting dalam penambahan berat badan. Lemak ini diketahui dapat memengaruhi kerja hormon yang dapat meningkatkan nafsu makan dan menambah penyimpanan lemak.

2. Meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular

Kandungan minyak yang tinggi dalam gorengan bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Contohnya, ketika bakwan yang kaya akan minyak dikonsumsi secara berlebih, maka akan membuat seseorang menjadi obesitas. Keadaan obesitas ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

Selain itu, mengonsumsi banyak gorengan membuat dapat meningkatkan kadar kolesterol darah. Hal ini bisa meningkatkan penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan stroke.

3. Meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2

Makanan yang digoreng biasanya dilapisi dengan tepung. Contohnya bakwan merupakan campuran adonan sayur dengan tepung, kemudian tempe goreng pun digoreng dengan lapisan adonan tepung, dan lain sebagainya.

Makanan dengan tepung yang digoreng tentu akan lebih tinggi kalori dan mengandung lebih banyak karbohidrat sederhana dan lemak tidak sehat. Hal ini akan meningkatkan risiko terjadinya diabetes tipe 2. Hal ini bisa terjadi pada siapa saja, termasuk pada anak-anak dan ibu hamil.

4. Memperbesar risiko munculnya kanker

Mengonsumsi gorengan yang terlalu banyak ternyata juga bisa memperbesar risiko terkena kanker. Hal ini terjadi akibat zat akrilamida yang dapat terbentuk selama proses memasak dengan suhu tinggi, seperti menggoreng. Jika terlalu banyak dan sering dikonsumsi, zat ini diduga bisa menyebabkan beberapa jenis kanker, seperti kanker ovarium.

Selain itu, lemak trans pada makanan yang digoreng diketahui dapat meningkatkan jumlah senyawa yang mendukung peradangan dalam tubuh. Hal ini turut berkontribusi terhadap peningkatan risiko kanker.

#Kesehatan

Ikuti RiauAktual di GoogleNews

Berita Lainnya

Index