Mardianto Manan Sebut Tender Payung Elektrik Penuhi Unsur Pidana

Mardianto Manan Sebut Tender Payung Elektrik Penuhi Unsur Pidana

Riauaktual.com - Polemik payung elektrik Masjid Agung An-Nur kembali mencuat usai pernyataan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, SF Hariyanto yang menyebutkan tender senilai Rp42 Miliar itu bermasalah.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Riau Mardianto Manan menyebutkan dirinya sudah menduga sejak awal proyek itu bermasalah. Dugaan itu kini diperkuat oleh pernyataan Sekda soal tim ahli palsu dalam proses tender proyek tersebut.

"Syarat dia menang tender ada tiga hal. Satu SDM mumpuni, pengalaman. Kalau payung elektrik ada ahlinya. Tak ada ahli, tak boleh. Ternyata kan ahlinya palsu. Kata dia (Sekda), bukan saya," kata Mardianto Manan, Kamis (4/5/2023).

Jika memang ada dugaan pelanggaran dalam proses tender Payung elektrik, seharusnya sudah memenuhi unsur pidana dan bisa diproses.

"Kata Sekda palsu. Kalau palsu, ya tangkap. Berarti ada pemalsuan, ada pembohongan. Ya penjara. Itu jelas kok," tegas dia.

"Apabila ada pemalsuan, dibunyikan dia kena. Siapa ownernya? Kalau ownernya pemerintah tentu pemerintah yang bawak kasus itu," tambah dia.

Mardianto mengatakan, sebelumnya dia juga sudah menyoroti soal tenaga ahli dalam proyek tersebut. Dugaannya selama ini seolah diamini oleh Sekda Provinsi Riau SF Hariyanto.

"Itu saya bilang, SDM yang mumpuni atau tenaga ahli, pengalaman kerja. Kemampuan dasarnya ada nggak. Jangan-jangan dia ngerjakan payung, pengalaman dia di batu bata. Kemudian anggaran," kata dia.

'Kalau tiga itu tidak cukup, tidak layak dimenangkan. Lalu kenapa dia dimenangkan. Jangan-jangan ada sesuatu di LPSE, jangan-jangan ada permainan. Sekarang justru Sekda yang mengatakan bahwa itu palsu. Kalau palsu tinggal laporkan," paparnya.

Berita Lainnya

index