Tim Pasang Box dan Kamera Trap di TKP Petani Karet Diterkam Harimau

Tim Pasang Box dan Kamera Trap di TKP Petani Karet Diterkam Harimau
Tim Pasang Box dan Kamera Trap di TKP Petani Karet

Riauaktual.com - Tim gabungan memasang box trap dan kamera trap di kebun karet Jalan Lintas Siak Tumang, Kelurahan Kampung Rempak, Kabupaten Siak, Riau tempat seorang petani karet diserang oleh satwa harimau.

Pemasangan alat tangkap itu sebagai upaya mitigasi konflik satwa dengan manusia agar tidak berkepanjangan, tim langsung turun semenjak adanya korban.

"Sudah dipasang 5 unit kamera trap dan 1 box trap," kata Kepala BKSDA Riau Genman S Hasibuan, Senin (24/4/2023).

Dugaan petani diserang harimau sumatera itu tak dielakan oleh Genman, sebab itu diperkuat dengan adanya temuan jejak satwa yang dilindungi tersebut dilokasi serangan.

"Ketika cek TKP, ditemukan jejak harimau. Artinya korban meninggal karena interaksi negatif harimau sumatera," sambung Genman.

Hasil kamera trap yang telah dipasang itu akan dilihat hari ini, setelah itu tim akan melakukan langkah lebih lanjut lagi terhadap hasil kemara trap.

"Kamera trap akan di cek, apakah mendapatkan  jepretan gambar harimau sumatera," pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya petani getah karet Andi Suherman tewas usai diserang harimau sumatera Kamis (20/4) sekitar pukul 16.00 Wib. Bahkan, kepalanya sampai terputus.

Peristiwa itu terjadi saat Andi dan ibunya Lindawati melakukan pemanenan getah di lahan miliknya.

Kapolres Siak AKBP Ronald saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Dia sudah memerintahkan anak buahnya untuk ke lokasi.

"Awalnya korban bersama ibunya Lindawati pergi menuju lahan miliknya di Jalan Lintas Siak Tumang menggunakan sepeda motor dengan tujuan hendak memanen getah dan sawit jam 10 pagi," ujar Ronald.

Kemudian pukul pukul 14.00 Wib, Lindawati dan Andi masih berada di kebun miliknya. Tetapi, posisi Andi dengan Linda berjauhan. Suara Andi masih terdengar oleh Linda.

"Pada pukul 14.30 Wib, Lindawati mengajak Andi untuk pulang sambil berteriak menyampaikan 'Andi ayo kita balek'. Kemudian dijawab oleh Andi "Iyo Mak'," jelas Ronald.

Lalu Lindawati berjalan menuju keluar kebun. Setelah ditunggu, Andi tidak kunjung keluar, sehingga Lindawati berteriak memanggil Andi sambil mencari berkeliling kebun.

Setelah dicari, Lindawati menemukan sepatu dan darah yang berserakan yang diduga milik Andi. Melihat itu, Lindawati ketakutan dan berlari menuju keluar kebun dan berjalan kaki menuju rumahnya di Kwalian untuk mengabari kepada suaminya, Husin.

Lindawari juga mengabarkan kejadian itu ke polisi dan perangkat desa setempat. Kemudian, sekitar pukul 16.00 Wib, sejumlah anggota Polsek Siak turun ke lokasi kejadian bersama masyarakat.

"Sekitar pukul 17.35 Wib, jenazah Andi ditemukan dengan kondisi sudah meninggal dunia. Kepala berpisah dari badan, badannya terdapat bekas cakaran serta dalam keadaan telanjang," jelasnya.

Selanjutnya sekitar pukul 18.10 Wib dilakukan evakuasi dari TKP penemuan. Korban diangkat secara bersama sama menuju pinggir jalan dan dibawa ke RSUD Siak untuk dimandikan serta dikafani dan dimakamkan malam ini juga.

Ikuti RiauAktual di GoogleNews

Berita Lainnya

Index