MPR RI Gelar Peringatan Hari Persaudaraan & Kemanusiaan Dunia

MPR RI Gelar Peringatan Hari Persaudaraan & Kemanusiaan Dunia

Riauaktual.com - Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo memperingati
Hari Persaudaraan Kemanusiaan Internasional dan Pekan Kerukunan Antar Umat Beragama Sedunia, di Gedung Nusantara IV, Komplek MPR RI, Jakarta, Minggu (5/2/23).

Turut hadir para Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid, Hidayat Nur Wahid, dan Arsul Sani. Para Duta Besar negara sahabat antara lain, Duta Besar Rusia Lyudmila Georgievna Vorobieva, Duta Besar Republik Demokratik Timor Leste Filomeno Aleixo da Cruz, Wakil Duta Besar Mesir Osama Ibrahim, Konselor Kedutaan Besar Singapura Aaron Chee.

Hadir pula Ketua Pusat Dialog dan Kerja Sama Antar Peradaban yang juga Ketua Kehormatan Presidium Inter Religious Council Indonesia Prof. Din Syamsuddin; Utusan Khusus Presiden RI untuk Dialog dan Kerja Sama Antar-agama dan Peradaban Prof. Syafiq A. Mughni; Ketua Umum Persekutuan Gereja Indonesia Pendeta Gomar Gultom; Ketua Umum Wali Gereja Indonesia Romo Paulus Christian Siswantoko; Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia Mayjen (Purn) Wisnu Bawa Tenaya; Ketua Umum Persatuan Umat Buddha Indonesia Prof. Philip K. Widjaja; dan Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia XS. Budi Santoso Tanuwibowo.

Dalam sambutannya, Bamsoet mengatakan entitas keagamaan memiliki kemampuan untuk menginspirasi, memotivasi, dan memobilisasi umat yang memiliki loyalitas tanpa batas. Nilai-nilai moralitas keagamaan juga mengajarkan kepedulian dan kepekaan sosial, serta menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan, sebagai sarana dan jalan pengabdian kepada Tuhan.

Di sisi lain, pada dasarnya semua agama menjunjung tinggi dan memuliakan nilai-nilai persaudaraan dan kerukunan. Persaudaraan dan kerukunan adalah kristalisasi gagasan yang telah menjadi bahasa universal, sehingga dapat diterima oleh semua golongan, tanpa memandang perbedaan latar belakang sosial, budaya dan agama.

"Bahwa setiap manusia diciptakan berbeda, itu adalah fitrah kemanusiaan yang daripadanya kita dituntun untuk saling mengenal, berinteraksi, dan bekerja sama, " ujarnya

Bamsoet menambahkan komitmen untuk hidup berdampingan dalam keberagaman, bekerja sama dalam ikatan kemanusiaan inilah yang telah mendorong lahirnya deklarasi “Persaudaraan Insani untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama” yang ditandatangani bersama oleh Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar Ahmed el-Tayeb pada 4 Februari 2019.

Menurut Bamaoet, semangat persaudaraan insani dan kerukunan umat beragama tidak boleh berhenti hanya pada sebuah rumusan deklarasi.

"Spirit ini harus senantiasa hadir dan mengemuka pada setiap ruang publik yang harus dimaknai dan diterjemahkan secara aktual pada berbagai langkah kebijakan, serta menjadi referensi implementasi bagi dimensi pembangunan mental-spiritual yang merata dan berkesinambungan," ujar Bamsoet.

Ikuti RiauAktual di GoogleNews

Berita Lainnya

Index