IPW Sebut Ferdy Sambo Perwira Polisi yang Disegani

IPW Sebut Ferdy Sambo Perwira Polisi yang Disegani
Ferdy Sambo dan Brigadir Joshua saat berseragam polisi (ist)

Riauaktual.com - Indonesia Police Watch (IPW) menyebut Ferdy Sambo merupakan perwira polisi yang disegani saat dulu berdinas, terutama saat jabatannya jadi Kadiv Propam Polri.

Jika Ferdy Sambo dihukum mati terkait kasus tewasnya Brigadir Joshua, maka Sambo akan melakukan perlawanan dan kemungkinan akan membuka tabir dugaan pelanggaran perwira Polri lainnya.

Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso (STS) mengatakan, Ferdy Sambo akan membuat perlawanan terhadap sejumlah petinggi Polri yang selama ini ikut memeriksa dirinya sampai ke pengadilan.

“Kalau Sambo mendapat ancaman hukuman mati, dia sedang memperjuangkan hidup dan matinya,” kata STS dalam keterangannya, Selasa (24/1).

“Kalau dia mendapatkan ancaman hukuman mati, perlawanannya akan mengeras,” katanya sebagaimana dikutip dari Pojoksatu.id.

STS mengakui, Sambo saat berstatus anggota Polri merupakan perwira kepolisian yang disegani.

Sebagai Kadivpropam Polri, telah membuat dirinya terkenal karena membongkar sejumlah kasus, terutama skandal yang melibatkan kepolisian.

Salah satu kasus yang ditangani Sambo terkait skandal tambang ilegal yang menyeret seorang perwira tinggi Polri.

Sosok perwira yang dimaksud, kata Sugeng, terdapat dalam kesaksian tersangka kasus tambang ilegal Ismail Bolong, yakni Komjen Agus Andrianto yang saat ini menjabat Kabareskrim.

Sebelum kasus pembunuhan Yosua mencuat, Sambo pernah membongkar skandal tambang ilegal yang diduga melibatkan Agus Andrianto.

Sambo mendapatkan informasi perihal keterlibatan Agus melalui Ismail Bolong. Ismail diduga tiga kali menyerahkan uang secara langsung kepada Agus pada Oktober, November dan Desember 2021 senilai Rp 2 miliar per bulan.

Selain itu, Ismail Bolong juga disebut tiga kali mengguyurkan dana ke jajaran Bareskrim Polri, pada Oktober hingga Desember 2021 senilai Rp 3 miliar.

“Dia mantan Kadiv Propam yang tugasnya sehari-hari adalah menindak anggota polisi, termasuk perwira-perwira tinggi yang melanggar, dia akan membuka itu habis-habisan,” papar Sugeng.

Meski demikian, Sugeng menyebut kecil kemungkinan Ferdy Sambo akan divonis mati.

Sebab, adanya disparitas pemberian sanksi kepada empat terdakwa lainnya dalam kasus pembunuhan Brigadir Joshua.

“Disparitas sanksi adalah pemberian sanksi yang berbeda dalam satu perkara yang sama, itu tidak boleh terlalu jauh,” ucap Sugeng.

Keempat terdakwa lain dalam kasus ini mendapat hukuman bervariasi, terdakwa Richard Eliezer alias Bharada E mendapat tuntutan 12 tahun penjara , Putri Candrawathi mendapat 8 tahun, Ricky Rizal Wibowo mendapat 8 tahun, dan Kuat Ma’ruf dituntut 8 tahun penjara.

Berita Lainnya

index