Riauaktual.com - Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh berpidato dengan wajah serius. Surya Paloh memperkenalkan Anies Baswedan sebagai calon presiden 2024 yang akan diusung oleh Partai NasDem.
Manuver politik NasDem ini menyulut reaksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto langsung melempar sindiran. Sasarannya, partai politik pendukung pemerintah Jokowi-Ma'ruf Amin yang sudah deklarasi calon presiden. Padahal Pemilu 2024 dinilai masih jauh.
Manuver NasDem dinilai membuat roda pemerintahan mengalami kerumitan. Lantaran ada partai yang mendahulukan kepentingan kontestasi daripada fokus mengatasi persoalan ekonomi yang dihadapi Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.
"Di dalam sistem presidensial, menjelang Pemilu 2024 mengalami kerumitan ketika ada partai yang belum-belum sudah mendeklarasikan calon sementara kebijakan Presiden Jokowi lebih kepada aspek pembenahan persoalan perekonomian. Terlebih calon tersebut merupakan antitesis dari Presiden. Ini kan' menjadi persoalan," katanya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (16/10).
Sikap partai besutan Surya Paloh ini dinilai bisa merongrong kekompakan Kabinet Indonesia Maju. Mengingat ada 3 menteri yang merupakan kader Partai NasDem yang menjadi pembantu presiden saat ini. Kekhawatiran tersebut dikemukakan politikus senior PDI Perjuangan, Aria Bima.
"Bayangkan kalau PDI Perjuangan, ibu Mega terpancing mengusung calon presiden 6 bulan yang lalu. Baru satu saja situasi pemerintahan, soliditas pemerintahan sudah enggak kuat. Ada 3 menteri lho, komunikasi, pertanian, perkebunan. Bisa-bisa saling kecurigaan," ujar Bima usai acara Sosialisasi Prograk KUR dan Lembaga Keuangan untuk Kredit Usaha Rakyat di Klaten, Jawa Tengah, Selasa (11/10).
Dia melanjutkan, bila partai politik mulai memunculkan Capres masing-masing, bakal mengganggu soliditas pemerintahan Jokowi dalam menghadapi ancaman resesi ekonomi. Anggota DPR RI asal Solo tidak menyalahkan Partai NasDem yang dinilai terburu-buru mengambil sikap politik. Meskipun deklarasi dukungan kepada Anies Baswedan merupakan hak setiap partai.
"Kepada kawan kawan di NasDem, itu hak NasDem dan sebagai satu dinamika politik, ya tidak menyalahi aturan. Tapi sekali lagi, kekhawatiran saya sebagai partai pengusung PDI Perjuangan, yang ibu (Megawati) selalu bilang 'ojo kesusu'. Ini baru 2 tahun lebih sedikit, kita sudah mau nggege mongso untuk menampilkan calon presiden," ucapnya.