Pengamat: Prabowo-Imin Makin Mesra, Tapi Belum Tentu Berjodoh

Pengamat: Prabowo-Imin Makin Mesra, Tapi Belum Tentu Berjodoh
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) dan Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Foto: Instagram)

Riauaktual.com - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, semakin menunjukkan kemesraannya. Semakin lengket, setelah meneguhkan deklarasi koalisi pada 13 Agustus lalu.

Namun, Direktur Eksekutif Indobarometer, Muhammad Qodari tak yakin, keduanya bakal menjadi pasangan Capres-Cawapres di Pilpres 2024.

"Menurut saya, keseriusan Gerindra dan PKB itu sudah pasti. Tapi, solidnya pasangan Prabowo-Muhaimin masih tentatif. Masih melihat perkembangan," kata Qodari sebagaimana dikutip dari RM.id, Minggu (25/9).

Qodari bicara, bukan tanpa alasan. Menurutnya, Prabowo dan Imin memiliki kesenjangan elektabilitas yang cukup tinggi. Prabowo jauh lebih populer dibanding Cak Imin.

"Prabowo sudah tentu jadi Capres. Karena dia adalah pemimpin koalisi bersama PKB. Tapi, Muhaimin belum bisa dikunci. Meski dia Ketua Umum PKB, tapi elektabilitasnya relatif kecil," beber Qodari.

Dia pun mengulas gaya politik Prabowo belakangan ini. Menurutnya, Prabowo yang sekarang, berbeda dengan yang dulu.

Saat ini, mantan Danjen Kopassus itu sangat mempertimbangkan suara Nahdliyin.

"Kita tahu, pada Pilpres 2014 dan 2019, arahnya dengan tokoh-tokoh Islam di Persaudaraan Alumni 212. Namun pada hari ini, ada kecenderungan pada tokoh-tokoh NU. Menurut saya, ini adalah arah atau strategi baru yang penting dari Prabowo," jelas Qodari.

"Prabowo akan tetap dekat dan mempertahankan basis Islam, tapi arahnya pada Islam tradisional," imbuhnya.

Qodari berpendapat, strategi Prabowo sudah tepat. Karena NU adalah ormas Islam yang pengikutnya paling banyak.

"Hasil surveinya, dari dulu sampai sekarang konsisten. Nggak pernah di bawah 33 persen. Bahkan, sampai 40 persen. NU itu sepertiganya Islam. Ini bisa jadi game changer bagi Prabowo di tahun 2024," pungkas Qodari.

Sekadar catatan, pada Jumat (24/9) malam, Prabowo dan Imin bertemu di Ponpes API ASRI Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah. Silaturahmi, sekaligus mengokohkan jalinan koalisi.

"Sembilan kiai khos memberikan berbagai masukan dan doa kepada Prabowo dan Imin, agar Pak Prabowo dan Gus Muhaimin diberikan kelancaran, keselamatan dalam menghadapi tantangan ke depan yang berat,” ujar Pengasuh Ponpes API ASRI Tegalrejo, KH Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf, usai pertemuan dengan Prabowo.

Di antara kiai sepuh Jawa Tengah yang hadir dalam pertemuan itu adalah  KH Zaim Ahmad (Lasem), KH Badawi Basir (Kudus), KH Zainal Arifin (Demak), KH Sholahuddin (Brebes), KH Muhammad Haidar Muhaiminan (Temanggung), KH Nur Hidayat (Wonosobo), KH Sholihun (Magelang), KH Much Attabiq Baqir (Purworejo), KH Nasrul Arif Abdurrahman (Tegalrejo) dan Gus Yusuf Chudlori selaku tuan rumah. 

 

 

 

Sumber: RM.id

Berita Lainnya

index