100 Hari Kinerja Pj Walikota, Muflihun Akui Belum Sempurna

100 Hari Kinerja Pj Walikota, Muflihun Akui Belum Sempurna
Penjabat (Pj) Walikota Pekanbaru Muflihun, Saat Audensi Dengan PWI Pokja Pekanbaru

Riauaktual.com - Penjabat (Pj) Walikota Pekanbaru Muflihun, telah melewati 100 hari masa kerjanya di Kota Bertuah. Selama 100 hari tersebut kerja yang dilakukan menangani masalah-masalah di Pekanbaru belum sempurna.

Namun dikatakan Muflihun, dengan keterbatasan yang ada usaha perbaikan terus dilakukan. 100 hari masa kerja Muflihun sebagai Pj Walikota Pekanbaru jatuh pada akhir Agustus lalu.

"Semua sudah ada peningkatan. Jalan berlubang kita laksanakan perbaikannya. Banjir juga sudah berkurang titik banjir. Karena kita harus tahu dari jalan yang ada di Pekanbaru, tidak semua milik kota Pekanbaru. Ada provinsi, ada jalan nasional. Kita benahi prioritas itu jalan kota," ujar Muflihun, Selasa (6/9/2022).

Karena saat dilantik dahulu, dikatakan Muflihun ia mendapatkan tiga prioritas kerja yang harus diselesaikan dari Gubernur Riau. Yakni, penanggulangan banjir, perbaikan jalan rusak dan penanganan persoalan sampah di Kota Bertuah.

Di Pekanbaru ada 121 titik banjir yang disebabkan oleh 363 titik masalah. Ini berdasarkan pemetaan dalam Masterlan penanganan banjir 2020. Dalam 100 hari kerjanya, Muflihun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru menargetkan penyelesaian masalah di 68 lokasi.

"Setelah 100 hari dari 68 target itu terelaiasai 67 titik. 98,5 persen," paparnya.

Kemudian untuk penanganan jalan berlubang, dari data yang ada, jumlah ruas jalan di Pekanbaru ada 1946 ruas dengan panjang 1277 km. Dari jumlah ini, kondisi mantap pada jalan di Pekanbaru terdapat 70 persen. Tahun 2022 kondisi 70 persen ini angka setelah mengalami penurunan 2 persen akibat dampak proyek SPALD-T dan proyek galian lainnya di Pekanbaru seperti PDAM.

selama 100 hari kerja Pj Wako Pekanbaru, ditargetkan ada 91 ruas jalan yang diperbaiki. DRi target ini, terlaksana perbaikan di 86 ruas jalan atau 93,4 persen.

Selain dua soal tersebut, soal penanganan sampah disebut Muflihun pihaknya terus melakukan langkah penangan agar Pekanbaru menjadi bersih. Meskipun, saat ini pihaknya tetap disorot oleh sebagian masyarakat yang belum puas.

"Sampah juga demikian. Kita fisik boleh lihat sendiri di lapangan. Sampai terakhir kita tetap dibully masyarakat, kerja ini tidak segampang membalikkan tapak tangan," ungkapnya.

Soal sampah yang leading sektornya berada di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Muflihun sesekali memang geram dan kadang tak puas. Bahkan, pada beberapa kesempatan dia saat melakukan pengecekan masih mendapati sampah berserakan.

"Kalau bicara puas (kinerja) atau tidak, kita tetap berusaha, optimal, sabar banyak. Saya keliling terus. Hujan pun turun. Kita tahu lokasi banjir semuanya. Tidak akan mungkin semua akan tuntas.  Dengan kondisi keuangan kita yang kecil,  kemudian partisipasi masyarakat yg belum 100 persen, tentu menghambat," bebernya.

Karena itu, dia mengimbau pada masyarakat untuk bisa mengikuti edaran yang dibuat Pemko Pekanbaru. Untuk penanganan sampah, masyarakat diimbau bisa membuang sampah pada tempat dan waktu yang ditentukan.

"Kalau itu diikuti tidak ada sampah bertumpuk di siang hari.  Karen waktu buang itu malam. Pengusaha juga kita minta siapkan tempat buang sampah," jelasnya.

Usai 100 hari kerja pertama, Pj Wako Pekanbaru menyebut perbaikan-perbaikan kinerja akan terus dilakukan. "Pj (Wako,red) ini kan dievaluasi setahun sekali. Tapi kita karena ingin ada target yang dikejar. Maka kita buat 100 hari ini apa. Makanya kita ingin ada progres. 100 hari pertama apa, 100 hari kedua apa. Tentu tidak akan semua tempat bisa kita kerjakan, ada keterbatasan alat, sdm. Tapi pasti tiap hari ada yang bekerja," pungkasnya. 

Berita Lainnya

index