Pengikut Gus Dur Disingkirkan Cak Imin, Yenny Wahid : Ini Ibaratnya PKB Digembok dari Dalam

Pengikut Gus Dur Disingkirkan Cak Imin, Yenny Wahid : Ini Ibaratnya PKB Digembok dari Dalam
Yenny Wahid Komentari Cak Imin (ist)

Riauaktual.com - Anak kedua Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid, melihat para Gusdurian atau pengikut Dusdur telah disingkirkan Ketum PKB yang biasa disapa Cak Imin itu.

Selama sekitar 18 tahun memimpin Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, dianggap Yenny Wahid, telah menciptakan kondisi yang tidak sehat di PKB.

Banyak tokoh senior PKB yang memilih hengkang lantaran PKB dikelola secara paranoid. Dan Yenny mengibaratkan PKB saat ini telah digembok dari dalam.

Yenny Wahid bahkan melihat para Gusdurian telah disingkirkan oleh Ketum PKB Cak Imin itu.

“PKB sendiri memang saat ini dikelola dengan sangat berdasarkan paranoid,” jelas Yenny di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (26/6).

“Jadi banyak sekali tokoh-tokoh senior PKB enggak usah bicara soal saya, tokoh-tokoh senior PKB yang dulu mengiringi Gusdur, bahkan menjadi teman-teman Cak Imin sendiri, dikeluarkan dari partai. Bukan cuma saya,” ucapnya lagi.

Yenny pun sangat prihatin dengan kondisi PKB saat ini. Terlebih banyak pengikut Gusdur yang kemudian memilih ‘pindah rumah’ dibandingkan bertahan di PKB karena banyaknya tekanan dari dalam.

“Ini ibaratnya PKB digembok dari dalam, kader-kader senior enggak masuk. Semua,” katanya.

“Tokoh-tokoh semua, Pak Mahfud MD, Pak Ali Masykur, itu banyak sekali tokoh-tokoh yang bahkan sebagian hijrah ke partai lain, tapi hatinya tetap di PKB,” jelasnya.

“Cuma ya itu dikunci dari dalam,” katanya lagi sebagaimana dikutip dari Pojoksatu.id.

Yenny mengatakan kondisi PKB saat ini sangat tidak sehat dari segi organisasi karena tidak adanya regenerasi.

“Kenyataannya itu, sudah 18 tahun, memimpin partai jadi ya kekuasaannya sangat absolut. Jadi ini memang bukan sesuatu yang sehat lagi tapi sudah tidak sehat,” tutup Yeni Wahid mengomentari Cak Imin.

Berita Lainnya

View All