Jadi Narasumber Pekanbaru Fair Expo, Alek Kurniawan Beberkan Inovasi Dilahirkan Disketapang

Jadi Narasumber Pekanbaru Fair Expo, Alek Kurniawan Beberkan Inovasi Dilahirkan Disketapang
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Pekanbaru, Alek Kurniawan MSi, menjadi narasumber Talkshow

Riauaktual.com - Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Pekanbaru, Alek Kurniawan MSi, menjadi narasumber Talkshow rangkaian pagelaran Pekanbaru Raya, Fair and Expo 2022, Jumat (17/6/2022). 

Kegiatan ini ditaja bersempena Hari Jadi Pekanbaru ke-238, yang diselenggarakan di Atrium Utama Mal Living World Pekanbaru, dan memasuki hari ketiga.

Pria yang karib disapa Akur ini mengemas pembicaraanya dalam suasana serius tapi santai, dimana isi materi serius dan dikemas santai. Ia memaparkan sejumlah inovasi yang dilahirkan Disketapang. 

Akur menjelaskan bahwa inovasi yang dilahirkan oleh Disketapang adalah sebagai bagian dari upaya menjalankan roda organisasi secara efektif dan efisien, agar hasilnya terukur dan terintegrasi dari hulu ke hilirnya. Kemudian yang terpenting menurutnya bahwa inovasi tidak melulu bicara tentang pemanfaatan teknologi semata.

"Kita mencoba bekerja dengan inovasi yang terukur dari hulu ke hilir dan tidak melulu bicara tentang pemanfaatan teknologi informasi saja," kata Akur. 

Pria yang menjabat Ketua ISSI Pekanbaru ini memulai pembicaraan dari penerbitan Grand Masterplan Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru yang telah dirilis Tahun 2020 lalu. 

Masterplan tersebut diharapkan sebagai dokumen perencanaan dalam upaya peningkatan ketahanan pangan, yang memadukan program dan kegiatan berbasis pertanian menjadi suatu kesatuan yang utuh baik dalam sistem kemasyarakatan, perspektif sistem maupun kewilayahan dengan penentuan skala prioritas di tengah terbatasnya pendanaan dana Pemerintah dalam APBD.

"Ditengah keterbatasan pendanaan Pemerintah, tentu kita perlu skala prioritas dengan hitung-hitungan yang memadai. Nah disinilah posisi strategis Grand Masterplan ini," ucapnya. 

Lalu, ia melanjutkan pembicaraan kepada inovasi berbasis pemanfaatan teknologi informasi, yang dinamakan dengan label siTANGAN (Sistem Manajemen Informasi Ketahanan Pangan) yang dirilis pada tahun 2021. 

Akur menyebutkan bahwa siTANGAN merupakan rumah data virtual ketahanan pangan yang mampu menghasilkan informasi digital yang berkualitas, akurat, tepat waktu, relevan dan lengkap di bidang ketahanan pangan. 

Lalu bergeser pada siDIVA (Aplikasi Digital FSVA) yang baru dilauncing awal tahun 2022 ini. siDIVA terangnya lagi, bermanfaat dalam mengidentifikasi kondisi Ketahanan dan kerentanan pangan yang ada di Kota Pekanbaru. 

Sebagai upaya dalam publikasi informasi bagi seluruh stakeholder dikemas dalam tajuk Disketapang Berkabar yang mulai diorganisir sejak awal tahun 2021 silam. 

Pada bidang penyediaan data yang akurat juga diadakan kegiatan Survei Konsumsi Pangan dan Pola Pangan Harapan Kota Pekanbaru. Kegiatan diperkenalkan sejak 2021, dengan harapan agar diperolehnya Informasi tingkat dan mutu konsumsi Pangan Penduduk Kota Pekanbaru. 

Untuk mengukur IKP Kelurahan se-Kota Pekanbaru, Disketapang juga menjalankan kegiatan Penyediaan Data Primer Kelurahan dan Data Indeks Ketahanan Pangan tingkat Kelurahan se-Kota Pekanbaru yang juga mulai dilaksanakan sejak tahun 2021.

"Data yang didapatkan di lapangan dijadikan sebagai kompilasi produk administrasi instansi, terkait indikator ketahanan dan kerentanan pangan tingkat kelurahan se-Kota Pekanbaru yang dapat digunakan sebagai acuan semua pihak dalam mengambil keputusan strategis sesuai tugas, pokok dan fungsi masing-masing," ulasnya. 

Dihilirnya ada program PPM (Pekan Pangan Madani) yang telah Launcing pada Desember tahun 2020. PPM sendiri adalah tempat berjualan yang disediakan dinas sebanyak 2 kali dalam sepekan dengan membawa produk-produk petani dan pelaku usaha pangan ke tempat strategis.

Salah satu inovasi unggulan lainya dinamakan dengan Lokasi Cadangan Pangan Terintegrasi (siCANTIG). Output dari kegiatan ini adalah tersedianya Kawasan Agrowisata yang memiliki semangat Edukasi (Pembelajaran replika pertanian dari hulu ke hilir) dan Entertainment (Wisata Alam yang menghibur). 

Selain PPM juga ada Outlet PUAN BERSERI (Pemasaran Usaha Pangan Bersama Secara Lestari) yang Dilauncing pada tahun 2017. Outlet ini merupakan tempat berjualan pangan segar dan olahan dari kelompok binaan dinas. 

Disketapang juga menyediakan Informasi harga Pangan Strategis yang sudah dimasifkan ke masyarakat Pekanbaru sejak Juli 2020.

Lalu di bidang pemberdayaan masyarakat, Alek memperkenalkan kegiatan Optimalisasi Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Dulu kegiatan ini dinamakan dengan istilah KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) yang telah ditaja sejak tahun 2012 dan konsisten dilaksanakan secara berkelanjutan sampai saat ini.

Kegiatan pemberdayaan masyarakat lainnya, Disketapang bersinergi dengan Distankan Pekanbaru juga ambil bagian dalam Optimalisasi Kegiatan Kawasan Mandiri Pangan (KAMAPAN) yang telah ditaja sejak tahun 2012 sampai sekarang.

"Alhamdulilah, berkat semua yang kita usahakan tersebut beserta kontribusi dari seluruh stakeholder di kota ini, pada awal 2022 ini, Pemerintah kota Pekanbaru berhasil bertengger sebagai IKP tertinggi kedua di tingkat Nasional," jelasnya. 

Diakhir sesinya, Alek mengakui keberadaan Kota Pekanbaru sebagai ibukota Provinsi yang bukan daerah sentra produksi. Untuk itu dirinya ingin memastikan distribusi pangan lancar, mudah dijangkau masyarakat, dengan kuantitas dan kualitas yang terjamin.

Menurutnya, yang terpenting hal-hal strategis ini akan diusulkan dalam muatan Ranperda atas rencana hadirnya Ranperda Ketahanan Pangan inisiatif DPRD Pekanbaru. (Advertorial)

Berita Lainnya

View All