Regulasi yang Ditetapkan Pemprov Riau Sambut Ekonomi Syariah

Regulasi yang Ditetapkan Pemprov Riau Sambut Ekonomi Syariah

Riauaktual.com - Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, M. Job Kurniawan menjadi keynote speaker dalam acara Seminar Nasional Ekonomi Islam Riau dengan tema ‘Peran Ekonomi Syariah Dalam Akselerasi Pencapaian Ekonomi Hijau dan Berkelanjutan’ yang ditaja oleh Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia Pekanbaru di Hotel Batiqa, Kamis (12/5/22).

Job Kurniawan menuturkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah mengeluarkan peraturan dan regulasi dalam menyambut ekonomi syariah seperti keuangan syariah berupa Ranperda konversi Bank Riau Kepri Syariah, industri halal, keuangan sosial syariah berupa zakat, infak, sedekah dan wakaf, keuangan mikro syariah berupa BMT dan koperasi syariah, pendidikan dan pemberdayaan ekonomi pesantren.

“Kami juga sudah menyusun Pergub tentang pembangunan ekonomi dan keuangan syariah Provinsi Riau bersama Komisi Nasional Ekonomi Syariah Indonesia. Dibidang industri halal kami juga mencoba mensertifikasi halal bagi pelaku UMKM,” ujar Asisten II.

Selain itu, Pemprov Riau juga tengah mengembangkan Qur’an Center yang diharapkan menciptakan Qori dan Qoriah berprestasi dan menjadi pusat keagamaan, pusat studi dan riset Al- Qur’an, pengembangan Riau Creative Hub yang dikelola oleh BRCN dan berkerjasama dengan Dinas Pariwisata yang akan menjadi pusat pengembangan ekonomi kreatif, dan Kawasan Industri Halal yang diharapkan mampu membangkitkan ekonomi masyarakat.

“Qur’an Center sedang dibangun di Purna MTQ, kemungkinan nanti juga akan ada bangunan asrama disana. Kita ingin jadi pusat Qur’an disana, sehingga menjadi rumah bagi orang – orang yang ingin mengkaji Al – Qur’an,” jelas Job Kurniawan.

Saat ini pihaknya tengah memantau rumah ibadah yang memiliki remaja masjid yang aktif dan baik untuk disoundingkan dengan CSR dibeberapa perusahaan sehingga terjadi upaya ekonomi. Pemprov Riau juga akan menyalurkan bantuan kepada seluruh Desa dan Kecamatan di Riau dan akan mewajibkan setiap desa memiliki guru Tahfidz yang akan digaji.

Hingga kini di Riau telah berdiri 12 Baitul Maal wat Tamwil, dua bank wakaf, dua Lembaga keuangan mikro syariah, 53 koperasi simpan pinjam dan pembiayaan syariah, 12 universitas dan perguruan tinggi yang telah membuka program studi keuangan syariah, ekonomi syariah, manajeman syariah, dan 10 pondok pesantren yang telah membuka unit – unit usaha syariah.

Beberapa rencana aksi Riau Hijau diantaranya meningkatkan pengendalian kerusakan dan pencemaran lingkungan hidup, peningkatan kualitas pengelolaan sumber daya alam, dan peningkatan bauran energi dan sumber daya energi terbarukan.

Berita Lainnya

View All