Berkas Perdagangan Gading Gajah Segera Dilimpahkan ke Jaksa

Berkas Perdagangan Gading Gajah Segera Dilimpahkan ke Jaksa
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau Gagalkan Perdagangan Gading Gajah (Istimewa)

Riauaktual.com - Penyidikan dugaan perdagangan gading gajah segera rampung. Dalam waktu dekat Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau bakal melimpahkan berkas perkara ke Kejaksaan atau tahap I. 

Pada perkara ini telah ditetapkan tiga orang tersangka berinisial YO, IS dan AC. Mereka diringkus tanpa perlawanan di Jalan Lintas Taluk Kuantan-Air Molek, Desa Lebuh Lurus, Kecamatan Inuman, Kuantan Singingi, Ahad (10/4).

Kasubdit IV Tipditer Reskrimsus Polda Riau, AKBP Dhovan Oktavianton dikonfirmasi menyampaikan, penyidik tengah melakukan proses pemberkasan. Pihaknya kata dia, juga telah memeriksa para saksi. “Kami masih melengkapi berkas perkara,” ungkap Dhovan, Selasa (10/5). 

Dhovan menuturkan, proses penyidikan perkara diyakini segera tuntas dan selanjutnya dlimpahkan ke Kejaksaan. Ini dilakukan untuk memastikan kelengkapan syarat formil maupun mateeril perkara. "Dalam minggu ini kami upayakan untuk bisa tahap 1,” singkat Dhovan.

Pengungkapan perkara ini, berawal informasi adanya transaksi jual beli bagian tubuh/ bagian lainnya dari satwa lindungi. Atas informasi itu, tim Subdit IV Reskrimsus bergerak melakukan proses penyelidikan dengan menuju Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dari ke Pekanbaru. 

Proses penyelidikan akhirnya membuahkan hasil. Tim mengamankan satu unit mobil yang tiga laki-laki membawa empat potong gading gajah. Adapun mereka berinisial YO, IS dan AC alias AN beserta barang bukti dibawa petugas di lapangan ke Mapolda Riau untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Para tersangka diduga melakukan  tindak pidana bidang Konservasi Suumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Yakni memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi sesuai Undang-undang Nomomr 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. 

Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 21 ayat (2) d jo Pasal 40 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana. Yang mana, ancamannya dipidana penjara paling lama 5 tahun dengan denda paling banyak Rp 100 juta

Berita Lainnya

View All