Makin Loyo, Rupiah Belum Ada Tanda-tanda Bangkit

Makin Loyo, Rupiah Belum Ada Tanda-tanda Bangkit
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)

Riauaktual.com - Pagi ini rupiah kembali loyo. Rupiah dibuka melemah 0,44 persen ke level Rp 14.365 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan perdagangan kemarin di level Rp 14.302 per dolar AS. Dengan begitu, rupiah tiga hari berturut melemah sejak awal tahun.

Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,06 persen pada 96,260. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 0,69 persen ke level Rp 16.191, terhadap poundsterling Inggris juga minus 0,68 persen ke level Rp 19.419, dan terhadap dolar melemah 0,50 persen ke level Rp 10.373.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, rupiah belum mampu melepas tekanan dolar AS. Salah satu penyebabnya adalah spekulasi kenaikan suku bunga melihat yield obligasi AS, yang saat ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

“Ini membuat pelaku pasar condong terhadap kenaikan suku bunga di Mei 2022. Ini mengindikasikan hal yang wajar, walaupun kasus Omicron di Amerika sedang tinggi,” jelas Ibrahim dalam riset yang dikutip, Rabu (5/1).

Meski penyebaran Omicron naik, namun dinilai tidak terlalu membahayakan dibandingkan dengan Delta, ini mengapa investor mulai melakukan investasi di dolar AS.

Ia bahkan memprediksi, dengan berbagai sentimen yang ada, kemungkinan besar indeks dolar bisa menyentuh ke level 97. Untuk itu wajar kalau seandainya rupiah melemah walaupun data dalam negeri bagus.

Untuk itu Ibrahim memperkirakan, nilai tukar rupiah sepanjang hari ini berfluktuasi tapi ditutup melemah tidak signifikan di kisaran Rp 14.400-Rp 14.550 per dolar AS. 

Berita Lainnya

View All