Wacana Penghapusan Premium dan Pertalite, Iwan Fatah: Kurangi Saja Kuotanya

Wacana Penghapusan Premium dan Pertalite, Iwan Fatah: Kurangi Saja Kuotanya
Ketua Komisi IV DPRD Riau, Iwan Fatah. Dok.Way/Riauaktual.com

Riauaktual.com - Ketua Komisi IV DPRD Riau, Parisman Ihwan menilai penghapusan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Pertalite merupakan hal yang perlu dikaji ulang, hal ini dikarenakan ekonomi mayoritas masyarakat masih berada ditingkat menengah kebawah. 

Anggota DPRD Dapil Pekanbaru ini mengatakan pemerintah harus memikirkan regulasi-regulasi mengenai bahan bakar untuk kendaraan umum. 

"Kebanyakan kendaraan yang mengisi bahan bakar itu mobil-mobil mewah, sedangkan tujuan bahan bakar subsidi ini untuk kalangan menengah kebawah, artinya itu salah sasaran," ujarnya. 

Mengenai wacana penghapusan tersebut, dikatakan pria yang akrab disapa Iwan Fatah ini, pihak Pertamina perlu membuat kebijakan mengenai pembatasan penggunaan BBM tersebut. 

"Dibuat saja, roda 2 boleh isi Pertalite, roda 4 hanya Pertamax, kasih saja pembatasnya, atau selangnya di pendekkan," ucapnya. 

Iwan menambahkan, penghapusan kedua bahan bakar tersebut bukan lah solusi terbaik dengan tujuan memperbaiki kualitas bahan bakar dan mengurangi emisi karbon. 

"Kalau bisa dikurangi, kurangi saja kuota Pertalite untuk setiap daerahnya, menurut saya begitu," ucapnya. 

Senada dengan pernyataan Iwan Fatah, Aris Syahputra salah seorang pengguna BBM jenis Pertalite mengatakan, hal ini tentu saja memberatkan masyarakat, dikarenakan belum semua masyarakat berada dalam kondisi mampu untuk membeli Pertamax. 

"Memenuhi bahan pokok saja kita sulit, apalagi dalam masa pandemi seperti ini harus ditambah lagi dengan wacana pemerintah yang akan menghapuskan Pertalite. Jangan dululah," lirihnya.
 

Berita Lainnya

index