Keberpihakan Media Bisa Dilihat Dari Jumlah Iklan Capres-nya

Keberpihakan Media Bisa Dilihat Dari Jumlah Iklan Capres-nya
Ilustrasi. FOTO: int

JAKARTA, RiauAktual.com - Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman mengatakan, pemberitaan yang berlebihan calon Presiden 2014 membuat masyarakat bosan, bahkan terkesan mengurangi kualitas calon presiden itu sendiri.

Seperti halnya jika diperhatikan, berbagai pemberitaan hingga iklan yang berlebihan akhir-akhir ini semakin gencar, hal ini dapat kita lihat baik yang dimuat di media elektronik hingga iklan pada tampilan situs-situs berita online.

Menurut Jajat, anggapan tidak netralnya beberapa media televisi dalam memberitakan seorang calon presiden sudah ditangani oleh pihak yang lebih berwenang seperti KPI maupun Dewan Pers. Namun, hingga kini belum ada sanksi yang bisa membuat efek jera terhadap pelanggaran tersebut. Masyarakat masih berharap kenetralannya media dalam menyiarkan informasi mengenai capres 2014.
 
"Permasalahan yang sebenarnya adalah bukan tentang isi dari pemberitaan tersebut. Namun, pemberitaan yang berlebihan justru membuat masyarakat tidak empati kepada kedua calon. Pasalnya, saat ini yang menjadi target dari kampanye kedua capres adalah para swing voters (Golput) yang jumlahnya masih cukup tinggi. Akan lebih berbahaya jika kekuatan Golput tidak segera diatasi. Pasalnya, akan membuka celah bagi para oknum untuk melakukan cara yang tidak fair demi meloloskan calon yang didukungnya," tutur Jajat, Rabu (18/6/2014) melalui rilisnya.
 
Pemberitaan maupun iklan yang dimuat di media cetak, elektronik serta media online yang sifatnya berlebihan selain membuat masyarakat jenuh juga akan mengurangi kredibilitas dari media tersebut. "Pasalnya, kenetralan media dalam pemilihan calon presiden 2014 ini akan menjadi sorotan utama di masyarakat," pungkasnya. ***





(rrm/rls)

Berita Lainnya

index