Riauaktual.com - Sinta Nuriyah, istri mendiang Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, menjadi satu-satunya orang Indonesia yang masuk dalam daftar 100 Orang Paling Berpengaruh di dunia tahun 2018 menurut majalah TIME.
Dia selama 18 tahun terakhir berkeliling ke berbagai daerah di Indonesia untuk melakukan sahur keliling, dengan melibatkan komunitas lintas agama dan kalangan masyarakat bawah. Majalah TIME memasukkan Sinta ke dalam daftar 100 Orang Paling Berpengaruh di dunia tahun 2018.
"Dia memilih untuk mendukung mereka yang lemah daripada kemapanan tanpa risiko sebagai janda mantan Presiden," demikian pengantar di Majalah TIME mengenai Sinta Nuriyah.
Di dalam daftar tersebut Sinta masuk dalam kategori "Ikon", bersanding dengan penyanyi Rihanna dan penggagas gerakan #metoo Tarana Burke.
Adapun para pemimpin dunia yang juga berada dalam daftar tersebut antara lain Presiden AS Donald Trump, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Presiden Cina Xi Jinping dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.
Sehubungan masuknya Sinta Nuriyah di 100 Orang Paling berpengaruh ini, kami mempublikasikan lagi artikel ini, yang diterbitkan prtama kali pada 21 Juni 2017 lalu.
Kebetulan pula, dalam kurang dari sebulan, bulan ramadhan akan tiba, dan Sinta Nuriyah akan kembali melakukan sahur keliling.
Sedikitnya 200 orang duduk di sebuah ruangan di hotel Cirebon, di antara mereka tampak anak-anak sekolah dan juga warga yang berasal dari latar belakang etnis dan agama yang berbeda. Mereka menunggu kehadiran Sinta Nuriyah dalam acara buka puasa bersama.
Sekitar pukul 17:00 sore, Sinta memasuki ruangan dengan kursi rodanya dengan dibantu beberapa ajudan menuju panggung. Senyum terus mengembang meski kelelahan tampak jelas di wajahnya.
Tak lama setelah kehadiran Sinta, para peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya.
"Saya mulai mengajak mereka untuk melagukan Indonesia raya, agar mereka tumbuh semangat kebangsaan mereka, tumbuh kecintaan mereka kepada bangsa dan negara. Saya sampaikan itu tak keluar dari ajaran agama, karena , cinta tanah air itu sebagian dari iman, " jelas Sinta dalam wawancara dengan wartawan BBC Indonesia, Sri Lestari, di Jakarta, pertengahan Juni 2017.
Cinta tanah air artinya juga mencintai keberagaman di Indonesia, dan menurut Sinta sesuai dengan makna puasa.
"Apa sih ajaran puasa itu, pada ujungnya mempererat tali persaudaraan yang sejati diantara anak bangsa, kan ini sama paralel dengan situasi dan kondisi bangsa, kerukunan NKRI itu harus kita jaga, harus kita bina," lanjut Sinta.