Seminar Umum RS Syafira

Bahaya Alergi Susu Sapi dan Alergi Sistem Pernapasan pada Anak

Bahaya Alergi Susu Sapi dan Alergi Sistem Pernapasan pada Anak
Dr Deddy Satria saat menyampaikan materi pada Seminar Umum RS Syafira di Grand Jatra Hotel Pekanbaru. FOTO: Riki

PEKANBARU, RiauAktual.com - Alergi merupakan reaksi hipersensitivitas atau kepekaan yang berlebihan dan merupakan upaya defend mecanism diri. Secara rinci, alergi merupakan respon abnormal dari kekebalan tubuh. Jenis alergi pada sistem pernapasan yakni Rinitis Alergic, Asma Bronkial, Bronkitis, dan Pneumonia.

Sementara alergi susu sapi pada anak dapat disebabkan reaksi simpang makanan. Alergi makanan ini dapat diartikan yakni suatu reaksi klinis yang tidak diinginkan terhadap makanan secara imunologis. Hal ini merupakan masalah penting pada anak dan dapat merugikan proses tumbuh kembang anak.

Demikian disampaikan pemateri dr Deddy S Putra SpA (K) dan Triyana SST FT dalam Seminar Umum yang dilaksanakan Rumah Sakit Syafira Kota Pekanbaru yang bertema "Kenali Alergi Pada Anak Sejak Dini", di Hotel Jatra Pekanbaru, Sabtu (20/4/2013).

Lebih dari 150 peserta seminar yang rata-rata ibu muda yang memiliki anak bayi. Pemaparan yang disampaikan oleh pemateri yang mengupas segala macam penyebab alergi dan arti dari alergi disimak dengan baik oleh ibu muda yang sebagian didampingi suaminya.

Kepada peserta seminar, dr Deddy memaparkan secara rinci mengenai alergi susu sapi. Kata dr Deedy, susu sapi merupakan salah satu jenis makanan yang sering menimbulkan reaksi alergi pada anak. "Angka kejadian alergi susu sapi ini 0,5 persen hingga 7,5 persen. Terjadi terutama pada usia dibawah 1 tahun dan berkurang dengan bertambahnya usia," papar dr Deddy.

Kepada ibu-ibu, kata dr Deddy, diharap tidak mudah terpengaruh dengan iklan susu sapi. Sebab, kata dr Deddy, protein jahat yang terkandung dalam susu sapi sangat berbahaya bagi bayi. "Harus kembali kepada kita sebagai manusia, jangan termakan sama iklan. Mengatasi agar pas lahir tidak diberi susu sapi karena ASI ibu belum ada, saat triwulan ketiga hamil sudah dipersiapkan. Sehingga setelah melahirkan susu ibu keluar. Karena kendala selama ini, ASI ibu belum keluar terpaksa diberi susu sapi. Kalau di RS Syafira selalu menjaga itu, anak lahir langsung diberi ASI ibunya," kata dr Deddy.

Salah seorang ibu muda dalam kesempatan itu, Riri yang didampingi suaminya Risqy mengajukan pertanyaan kepada pemateri, Dr Deddy S Putra SpA (K) tentang alergi merah bintik-bintik yang dialami anaknya yang baru berusia 1,5 bulan.

Dengan ramah dr Deddy menanggapi pertanyaan dari tamu undangan seminar tersebut, dr Deddi memaparkan, kondisi kulit bayi yang berbintik merah bisa disebabkan pengarus susu sapi. Karena dalam pemaparan penyanya bahwa bayinya tidak mengkonsumsi susu sapi, hanya diberi Air Susu Ibu (ASI), dr Deddy melihat ada kelebihan protein yang dikonsumsi oleh ibu si bayi tersebut. Sehingga makanan yang dikonsumsi ibu harus dikontrol proteinnya.

"Seminar ini sangat penting, apalagi seperti saya yang pertama ini punya anak, pengalaman tentang alergi ini sangat penting sekali. Tadi apa yang kami tanyakan diberi jawaban yang membuat saya tahu, kalau makanan ibu juga dikontrol, karena si kecil mengkonsumsi ASI saya," ungkap Riri yang didampingi suaminya, Rizqy saat berbincang dengan RiauAktual.com di sela-sela seminar berlangsung.

Seminar yang dimulai sejak pukul 9.30 WIB hingga pukul 13.00 WIB ini juga dihadiri Direktur RS Syafira dr Irana, Humas RS Syafira Yulmizen, serta dokter lainnya yang keseharian bertugas di RS Syafira. Setelah seminar selesai, peserta diberikan sertifikat dan makan siang bersama.

Humas RS Syafira usai seminar kepada RiauAktual.com menyebutkan, seminar tersebut merupakan program rutin yang diselenggarakan RS Syafira untuk masyarakat. Setelah Seminar Umum tentang Kenali Alergi Pada Anak Sejak Dini, selanjutnya RS Syafira akan mengadakan seminar lagi yang mengupas masalah kecantikan dan operasi plastik.

"Kita memberikan edukasi kepada masyarakat. Kita akan lakukan kegiatan rutin seminar untuk masyarakat. Selanjutnya ada seminar kecantikan dan operasi plastik. Kita undang masyarakat umum melalui media. Kita gratiskan," pungkasnya.

Laporan: Riki

Berita Lainnya

View All