Piala Adipura Hilang karena Masyarakat Pekanbaru Terlena

Piala Adipura Hilang karena Masyarakat Pekanbaru Terlena
Mantan Wakil Walikota Pekanbaru, Erizal Muluk

PEKANBARU (RA) - Mantan Wakil Walikota Pekanbaru, Erizal Muluk mengatakan, merosotnya penghargaan yang didapat oleh Kota Pekanbaru yang ditandai gagalnya Pekanbaru mendapat penghargaan Adipura dan Wahana Tata Negara (WTN), adalah hal yang biasa. Sebab, Walikota Pekanbaru, Firdaus ST MT baru saja menjabat  dan Pekanbaru saat ini masih dalam masa transisi.

"Kalau dilihat dari sisi merosotnya penghargaan yang diterima Pekanbaru saat ini, setiap tahun Pekanbaru diakui memang mendapatkan penghargaan seperti Adipura dan WTN. Dengan rutinnya Kota Pekanbaru mendapatkan penghargaan, kali ini masyarakat lupa sehingga menurunnya penghargaan untuk tahun ini," ungkap Erizal ketika ditemui akhir pekan lalu.

Dikatakannya, Pemerintah dan masyarakat seharusnya dapat mengevaluasi dirinya masing-masing, apa penyebab merosotnya penghargaan yang dulu diterima oleh Pekanbaru. Menurut Erizal, hal ini terjadi akibat kurang kesadaran masyarakat tentang kebersihan di tahun ini, seharusnya tidak hanya disalahkan Pemerintah saja, tapi yang disalahkan masyarakat.

"Dalam kebersihan, peran serta masyarakat sangat berperan aktif dan penting sekali. Artinya, masyarakat tidak perlu lagi dikasih tahu oleh Pemerintah untuk membersihkan lingkungan. Untuk kebersihan ini yang menjaganya adalah masyarakat. Dengan jumlah penduduk masyarakat Pekanbaru mencapai jutaan jiwa, apa bisa di hendel dengan beberapa puluh orang pekekerja lapangan seperti pasukan kuning membersihkan kota ini," katanya lagi.

Ditambahkan Erizal, sebetulnya penghargaan Adipura yang didapat setiap tahun untuk mengingatkan kepada masyarakat agar jagalah kota ini agar semakin bersih. Namun yang jadi faktor utaman kebersiahan itu memang tetap kepada masyarakat.

"Hanya saja pemerintahlah yang menyiapkan prasarananya, saya lihat dari prsarana memang masih kurang karena sarana dan prasarana seperti TPA dan TPS sampah letaknya masih terlalu jauh," pungkasnya. (RA)

Berita Lainnya

index