Paripurna Istimewa HUT Kota Pekanbaru ke-228

Firdaus : Pekanbaru Perlu Pembenahan dari Sektor Pendidikan dan Kesehatan

Firdaus : Pekanbaru Perlu Pembenahan dari Sektor Pendidikan dan Kesehatan
Walikota Pekanbaru, H Firdaus ST MT

PEKANBARU (RA) - Guna memperingati hari jadi Kota Pekanbaru ke-228 yang jatuh pada 23 Juni 2012, Pemko Pekanbaru melaksanakan rapat paripurna istimewa DPRD Kota Pekanbaru, bersempena hari jadi Kota Pekanbaru ke 228 di ruang rapat paripurna DPRD Kota Pekanbaru, Jalan Jendral Sudirman, Sabtu (23/6).

Dalam rapat paripurna yang dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Desmianto tersebut, Walikota Pekanbaru menyampaikan keberhasilan yang telah diraih oleh Kota Pekanbaru selama ini. Akan tetapi, Pekanbaru ternyata masih perlu pembenahan dari sektor pendidikan dan kesehatan.

"Keberhasilan yang di capai oleh Kota Pekanbaru selama ini yaitu di bidang pendidikan, ini dibuktikan dari jumlah sekolah yang kini sudah terbangun di Kota Pekanbaru ini, mulai dari tingkat SD hingga SMA, baik itu sekolah negeri maupun swasta telah mencapai 420 sekolah dengan jumlah guru 11.162 orang. Dengan kondisi ini, masih ada hal yang perlu diperbaiki, dimana sekarang ini masih ada terdapat ruang kelas yang rusak karena sudah lama dipakai. Kerusakan yang terjadi seperti yang kita tinjau itu, mulai dari rusak ringan hingga rusak parah. Dari hasil peninjauan kita, sekolah yang rusak ini ada sekitar 20 persen dari jumlah yang ada," ungkap Firdaus ketika menyampaikan pidatonya di depan para undangan.

Hadir dalam acara itu, Wakil Gubernur Riau, Mambang Mit yang menyampaikan salam dari Gubernur yang tak dapat hadir karena sedang ada urusan. Mantan Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru seperti Raja Rusli, Erizal Muluk, tokoh masyarakat, seperti Tenas Efendi, serta Satuan Kerja Perangkat Daerah Kota Pekanbaru, Pengusaha dan undangan lainnya. Pemandangan yang unik saat rapat, seluruh peserta paripurna mendapatkan kado dari Walikota Pekanbaru, bibit pohon sirsak.

"Kita juga perlu meningkatkan pelayanan sektor kesehatan, kini kondisi fasilitas kesehatan masih minim dengan rasio perbandingan, tidak sesuai dengan UU no 36 tahun 2009, tentang rasio Puskesmas dengan standarnya 1:30.000 jiwa. Jika menurutkan aturan maka dilihat dari jumlah penduduk kota pekanbaru saat ini, Pekanbaru harus memiliki 33 Puskesmas. Kenyataannya kini jumlah Puskesmas hanya 22 unit saja yang ada," terang Firdaus lagi.

Diterangkan Firdaus, untuk mengantisipasi kekurangan pusat kesehatan masyarakat ini, Pemerintah Kota Pekanbaru berencana untuk meningkatkan status Puskesmas yang telah ada, bahkan Pemko Pekanbaru berupaya membangun sebuah rumah sakit Kota Pekanbaru dengan type C. Sementara bidang lainnya yang juga disinggung oleh Firdaus dalam pidatonya itu. Bidang tersebut adalah ketersediaan air bersih di Kota Pekanbaru.

Dari data yang didapatkannya, 90 persen kebutuhan air bersih masyarakat Kota Pekanbaru saat ini diperoleh dari sumber air tanah. Dengan kondisi ini, tentunya kwalitas air itu tidak dapat dipastikan apakah terjamin atau bahkan menyebabkan wabah penyakit.

"Untuk mengantisipasi hal ini, kita telah mencari investor yang bisa menghidupkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Siak. Sebab, air tanah yang ada selama ini dikonsumsi oleh masyarakat Pekanbaru kurang memenuhi standar kesehatan, karena mengandung zat asam yang banyak. Makanya kita akan meningkatkan lagi kemampuan PDAM Tirta Siak yang saat ini hanya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Pekanbaru sekitar 10 persen lebih saja," kata Firdaus.

Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Desmianto dalam sambutannya mengatakan, pembangunan di Kota Pekanbaru ini tidak bisa dilakukan kalau hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Sebab APBD yang diterima oleh Kota Pekanbaru setiap tahunnya tidak hanya habis untuk gaji honor dan biaya yang kecil lainnya.

"Kita perlu investor dalam melakukan pembangunan ini, kalau hanya mengharapkan APBD saja tak akan bisa terlaksana pembangunan ini, belum lagi untuk gaji pegawai, honor, itu saja sudah menguras APBD kita," kata Desmianto.

Wakil Gubernur, HR Mambang Mit dalam sambutannya mengatakan, Kota Pekanbaru merupakan kota yang telah berkembang. Jika berbicara mengenai Pekanbaru 228 tahun yang lalu, tidak ada apa-apanya. Pekanbaru hanya daerah yang kecil di pinggiran Sungai Siak. Masyarakat memanfaatkan perahu sebagai alat transportasi, namun saat ini, berbagai gedung pencakar langit dan alat transportasi termodern sudah dimiliki oleh masyarakat Pekanbaru.

"Waktu 228 tahun itu bukan waktu yang sebentar, dengan usia yang telah cukup matang bagi Kota Pekanbaru ini, kita harapkan agar lebih dapat menyelesaikan persoalan yanga ada di Kota Pekanbaru. Karena saat ini saya akui, Kota Pekanbaru masih termasuk kota yang aman. Meskipun sebagai kota yang berkembang, keamanan masih tetap tercipta di Pekanbaru ini. Padahal, dalam sebuah kota berkembang menjadi besar, dengan masyarakat yang heterogen, sensitifitas dalam masyarakat akan mudah terjadi. Bahkan tidak jarang terjadi perang dalam kota karena sensitifitas itu," kata Mambang.

Paripurna istimewa tersebut ditutup secara resmi oleh pimpinan rapat yang juga sebagai Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Desmianto. Setelah bubar dari dalam ruangan paripurna, para undangan diajak ke lantai II gedung DPRD Kota Pekanbaru yang menjadi ruang makan siang. (RA1)

Berita Lainnya

index