Firdaus: Mari Sama-sama Kita Awasi Pelaku Bakar Lahan

Hingga Malam Kabut Asap Selimuti Pekanbaru

Hingga Malam Kabut Asap Selimuti Pekanbaru
Kabut Asap di Pekanbaru

PEKANBARU (RA) - Dalam sepekan belakangan ini, Kota Pekanbaru diselimuti asap kabut yang diakibatkan adanya titik api di Kota Pekanbaru dan kabupaten tetangga. Kondisi ini tentu sangat menggangu kenyamanan masyarakat dalam melakukan aktivitas di luar rumah. Tidak hanya pagi dan siang hari, Senin (18/6) malam kabut asab makin terlihat jelas.

Walikota Pekanbaru, H Firdaus ST MT yang berhasil dihubungi riauaktual.com meminta kerja sama masyarakat Pekanbaru mengawasi pelaku pembakaran lahan.

"Karena membuka lahan dengan cara lama tidak lagi dibenarkan, yakni membakar lahan. Maka kepada masyarakat kita minta jangan melakukan pembakaran lahan, juga mari kita sama-sama mengawasi kalau ada teman-teman kita yang melakukan pembakaran lahan," ungkap Firdaus 

Firdaus mengungkapkan hal itu secara tegas,  yakni untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau panjang seperti saat ini. Firdaus mengkhawatirkan, jika masyarakat membakar lahan akan mengakibatkan kebakaran hebat yakni merambat ke hutan lainnya yang ada di Kota Pekanbaru.

"Dengan kebakaran hutan ini, mengakibatkan kabut asap yang membuat udara menjadi kotor. Tentu sangat mengganggu kepada kesehatan kita. Makanya, mari kita sama-sama tumbuhkan kesadaran akan bahayanya pembakaran lahan ini," imbaunya.

Ditambahkan Firdaus, memang laporan yang diterimanya, titik api di Kota Pekanbaru tidak begitu banyak, melainkan titik api tersebut terdapat di kabupaten kota lainnya di Provinsi Riau. Namun begitu, Firdaus tetap meminta agar masyarakat tetap waspada terhadap adanya pembakaran lahan yang bisanya terjadi di kawasan Jalan Labersa dan wilayah lainnya di Kota Pekanbaru.


"Tidak hanya mengawasi siapa yang melakukan pembakaran lahan, namun kepada mereka yang merokok, agar jangan membuang puntung rokoknya sembarangan, apalagi kalau berada di tempat yang rawan terjadi kebakaran. Soalnya api ini kalau masih kecil masih bisa diajak berkawan, kalau sudah besar akan menjadi lawan bagi kita semua," paparnya. (RA1)

Berita Lainnya

index