BI Sebut Ekonomi Riau Hingga Akhir Tahun Masih Positif

BI Sebut Ekonomi Riau Hingga Akhir Tahun Masih Positif
(Ilustrasi int)

RIAU (RA)- Bank Indonesia (BI) menyatakan optimis pertumbuhan ekonomi nasional maupun Riau masih positif hingga akhir tahun 2012. Meski diakui agak melambat, di perkirakan ekonomi nasional akan tumbuh 6,3 persen.

Sementara ekonomi dunia tahun 2012 ini di perkirakan tumbuh  3,27 persen melambat   dibandingkan proyeksi semula 3,32 persen.

Direktur BI- Departemen Pengelolaan Moneter, Darsono, saat melakukan sosialisasi di KPW Pekanbaru menyebutkan. Meski krisis utang Eropa berlanjut, pasar keuangan global meningkat akibat stimulus dari negara maju.

"Bursa asia mencatat net beli asing dan mata uang regional umumnya menguat terhadap dolar AS, meski harga minyak dan komoditas masih cenderung menurun karena pelemahan demand," ujarnya.

Dampak ini juga yang mendorong melambatnya pertumbuhan ekonomi nasional, disamping juga karena  ada perlambatan ekspor,dan penurunan pengeluaran pemerintah.

"Dengan perkembangan tersebut ,ekonomi Indonesia untuk keseluruhan tahun 2012 di perkirakan tumbuh6,3. Persen melambat karena perlambatan ekspor dan penurunan pengeluaran pemerintah," ulasnya.

Menurutnya pertumbuhan investasi di satu sisi tetap tinggi di angka 10 persen, ini di topang oleh peningkatan investasi bangunan dan non bangunan.

Ia juga menegaskan inflasi nasional juga masih terkendali tahun lalu 3,8 persen, tahun ini hingga Oktober baru 3,6. Nilai ini masih terkendali dibawah 5 persen.

"Diharapkan tahun 2013 inflasi bisa lebih kecil lagi hanya 4,5  persen dan stabil  sehingga di perkirakan pertumbuhan ekonomi akan naik di 6,7 persen," harapnya.

Ketika dikaitkan dengan berbagai isu nasional seperti adanya pembubaran BP MiGas serta isu UMK di daerah-daerah. Ia kembali menjelaskan bahwa sejauh ini itu masih dalam kajian. Meski menurutnya sempat membuat investor bertanya-tanya, namun ia yakin apapun hasilnya maka kedepan ini di harapkan justru akan menambah espectasi positif bagi perekonomian nasional.

"Terkait upah buruh kita yakin ini akan bisa teratasi dengan tetap bisa dijaganya nilai inflasi, kalau inflasi terkendali maka daya beli akan tetap tinggi sehingga berapapun  UMK itu akan mendorong perputaran perekonomian," urainya lagi. (RA5)

Ikuti RiauAktual di GoogleNews

Berita Lainnya

Index