HUT TNI, SBY Minta Jangan Terlalu Mudah Lakukan Perang

HUT TNI, SBY Minta Jangan Terlalu Mudah Lakukan Perang
Presiden RI, SBY

JAKARTA (RA) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) agar tak mudah memilih jalan perang dalam menjaga dan melindungi kedaulatan negara.
 
"Ingat, perang adalah jalan terakhir jika tidak ada cara lain," ujar SBY dalam pidatonya dalam rangka HUT TNI di Pangkalan Halim Perdanakusuma Jakarta, Jumat (5/10/2012).
 
SBY mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang cinta damai, cinta kemerdekaan, dan NKRI merupakan harga mati. Oleh karenanya perang tidak boleh menjadi hal yang mudah diambil.
 
"Kita tidak boleh menjadi bangsa yang terlalu mudah dan gemar untuk melancarkan peperangan," tegasnya.
 
Selain itu, sambung SBY, dalam upaya meningkatkan kemampuan TNI sebagai komponen utama pertahanan negara, pemerintah terus meningkatkan postur pertahanan dan mempercepat modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI sejak beberapa tahun terakhir ini.
 
"Sudah cukup lama kita tidak memodernisasi alutsista. Pemerintah menyadari banyak alutsista yang perlu diganti dan dimodernisasi.
Seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan kemampuan negara yang semakin meningkat Kita menaikkan anggaran pertahanan," paparnya.
 
SBY menegaskan bahwa modernisasi alutista bukan dalam rangka melakukan perlombaan senjata di kawasan.
 
"Tidak pula ada niat kita, untuk menjadi sebuah bangsa yang agresif secara militer. Dalam setiap kesempatan, saya menekankan bahwa politik luar negeri kita senantiasa dibimbing oleh kehendak untuk memperbanyak sahabat dan meniadakan musuh," katanya.
 
"Kita melakukan modernisasi alutsista semata-mata untuk menjaga dan mempertahankan kedaulatan negara dan integritas wilayah," tutupnya. (RA/ozc)

Berita Lainnya

index