Pencarian

Podcast Kelupas

Diduga Intimidasi hingga Minta Uang, Warga Rohul Minta Kaur Desa Dicopot

Rabu, 01 Juli 2026 • 12:08:28 WIB
Diduga Intimidasi hingga Minta Uang, Warga Rohul Minta Kaur Desa Dicopot
Ratusan warga bersama ninik mamak dari tiga suku menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Desa Kasang Mungkal, Selasa (30/6/2026).

ROHUL (RA) - Ratusan warga bersama ninik mamak dari tiga suku menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Desa Kasang Mungkal, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Selasa (30/6/2026).

Massa menuntut Penjabat (Pj) Kepala Desa Kasang Mungkal memberhentikan seorang Kepala Urusan (Kaur) berinisial MR yang dinilai telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Dalam aksi tersebut, warga membawa sejumlah spanduk berisi tuntutan agar Pj Kepala Desa Kasang Mungkal, Sudirman, segera mengambil tindakan terhadap MR.

Tokoh masyarakat Desa Kasang Mungkal, Datuk Ulakmano, mengatakan keresahan warga telah berlangsung cukup lama.

Menurutnya, MR diduga kerap mengaku memiliki kedekatan dengan Bupati Rokan Hulu Anton dan Wakil Bupati Syafruddin Poti karena pernah menjadi bagian dari tim sukses pada Pilkada.

"Dia sering menyampaikan kepada masyarakat maupun aparatur pemerintahan bahwa dirinya dekat dengan bupati dan wakil bupati. Bahkan menurut pengakuan warga, ia pernah menyebut bisa memindahkan pegawai desa, lurah hingga camat yang tidak sejalan dengannya. Hal itu membuat masyarakat merasa terintimidasi," ujar Datuk Ulakmano.

Selain dugaan intimidasi, warga juga mengungkap dugaan permintaan uang kepada seorang warga pada April 2026.

Berdasarkan keterangan keluarga korban, MR diduga menjanjikan dapat membantu mengeluarkan suami korban yang sedang menjalani proses hukum di Polsek Bonai Darussalam dengan imbalan uang.

Korban mengaku sempat menyerahkan Rp3 juta karena tidak mampu memenuhi permintaan Rp5 juta.

Setelah waktu yang dijanjikan berlalu tanpa hasil, korban mengaku kembali diminta menambah uang sebesar Rp500 ribu dan hanya mampu memberikan Rp200 ribu.

Datuk Ulakmano juga mempersoalkan proses pengangkatan MR sebagai Kepala Urusan desa yang menurutnya tidak sesuai prosedur.

Ia juga menilai penunjukan MR sebagai pimpinan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tidak melalui mekanisme penjaringan sebagaimana mestinya.

"Banyak lagi persoalannya. Pengangkatan dia sebagai Kaur itu tidak sesuai prosedur. Kemudian ditunjuk menjadi pimpinan BUMDes juga tidak melalui proses penjaringan. Kami menilai banyak hal yang dibiarkan begitu saja," katanya.

Menurutnya, berbagai persoalan tersebut telah beberapa kali disampaikan kepada Pj Kepala Desa Kasang Mungkal. Namun hingga kini masyarakat menilai belum ada langkah konkret yang diambil.

Sementara itu, Wakil Bupati Rokan Hulu Syafruddin Poti mengaku mengenal MR. Ia mengatakan MR memang berencana mencalonkan diri sebagai kepala desa di Kasang Mungkal. Namun terkait berbagai keluhan yang disampaikan warga, dirinya mengaku belum mengetahui secara rinci.

"Nanti saya sampaikan apa masalahnya. Dia mau mencalonkan kepala desa, tapi kita tidak tahu apa masalahnya," kata Poti.

Menanggapi adanya dugaan intimidasi maupun permintaan uang yang disampaikan warga, Poti menegaskan tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan apabila benar terjadi. Namun ia meminta seluruh tuduhan dibuktikan melalui mekanisme yang berlaku dan tidak hanya berdasarkan klaim sepihak.

Hingga berita ini diterbitkan, Riauaktual.com masih berupaya menghubungi MR dan Penjabat Kepala Desa Kasang Mungkal, Sudirman, untuk meminta tanggapan atas berbagai tuduhan yang disampaikan warga.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks