Pencarian

Podcast Kelupas

Delapan JCH Asal Riau Sakit dan Terancam Batal Berangkat ke Tanah Suci

Selasa, 28 April 2026 • 09:49:00 WIB
Delapan JCH Asal Riau Sakit dan Terancam Batal Berangkat ke Tanah Suci
Ilustrasi

PEKANBARU (RA) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Defizon menyebutkan dari total jemaah calon haji (JCH) yang sebelumnya dinyatakan siap berangkat, terdapat delapan orang yang mengalami gangguan kesehatan.

Dari jumlah tersebut, dua jemaah dipastikan batal berangkat ke Tanah Suci.

“Jemaah Riau yang sudah masuk asrama haji saat ini mencapai lima kloter. Dua kloter sudah tiba di Madinah, dan satu kloter lagi hari ini masuk asrama. Dari tiga kloter yang telah masuk asrama haji, tercatat tujuh jemaah mengalami sakit,” ujar Defizon, Selasa (28/4/2026). 

Sementara, satu jemaah yang sakit berada di daerah asal. Defizon menekankan pentingnya memperhatikan aspek istithaah (kemampuan) kesehatan bagi jemaah haji tahun 2026.

“Kami mengimbau jemaah untuk benar-benar memperhatikan kondisi kesehatan. Minimal dua hingga tiga hari sebelum keberangkatan, sebaiknya beristirahat agar saat masuk asrama sudah siap untuk terbang,” jelasnya.

Ia juga berharap tidak ada lagi jemaah yang batal berangkat setelah dua orang dipastikan gagal karena tidak memenuhi syarat istithaah kesehatan.

“Dari delapan jemaah yang sakit, satu orang di daerah asal dinyatakan tidak memenuhi istithaah. Sementara di embarkasi Batam, satu dari tujuh jemaah juga dipastikan gagal berangkat,” tambahnya.

Saat ini, enam jemaah masih menjalani perawatan di Batam. Defizon berharap kondisi mereka segera membaik sehingga tetap bisa diberangkatkan.

“Kami berharap keenam jemaah ini pulih dan tidak sampai gagal istithaah, sehingga bisa diberangkatkan jika kesehatannya sudah membaik,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar kondisi ini tidak bertambah, karena dapat menimbulkan kendala dalam proses pemberangkatan, termasuk terkait ketersediaan kursi di kloter berikutnya.

“Jangan sampai jumlah jemaah yang sakit bertambah, karena bisa memengaruhi pengaturan kursi di kloter selanjutnya,” tegasnya.

Berdasarkan evaluasi sementara, banyaknya jemaah yang sakit diduga disebabkan oleh penyakit bawaan yang diperparah oleh kelelahan sebelum keberangkatan.

“Mungkin sebelum berangkat banyak aktivitas. Karena itu, kami mengimbau agar jemaah cukup beristirahat. Ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang prima. Jangan sampai di Arab Saudi mengalami kondisi yang sama. Istirahat yang cukup sangat penting agar saat diterbangkan ke Madinah dalam kondisi sehat,” pungkasnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks