RIAU (RA) - Pertemuan antara Indonesian Creative Cities Network (ICCN) Riau dan komunitas sineas muda di Pekanbaru menjadi langkah awal membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih terstruktur di daerah.
Diskusi yang berlangsung santai namun penuh gagasan tersebut membahas penguatan kolaborasi serta peluang pengembangan industri kreatif, khususnya pada subsektor film di Riau.
Koordinator Daerah Riau Barumun Nanda Aditia mengatakan pertemuan itu menjadi momentum penting bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk mulai menyusun langkah bersama dalam membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan.
"Pertemuan ini menjadi langkah awal bagi pelaku ekonomi kreatif, terutama di subsektor film. Kita ingin mulai membangun ekosistem kreatif di Riau secara lebih terstruktur," ujarnya, Ahad (15/3/2026) kemarin.
Menurut Nanda, subsektor film dipilih sebagai pintu masuk karena memiliki potensi besar dalam menggerakkan berbagai sektor kreatif lainnya, seperti fotografi, desain, musik, hingga seni pertunjukan.
Ke depan, Indonesian Creative Cities Network (ICCN) Riau akan memperluas kolaborasi dengan berbagai komunitas kreatif di sejumlah kota di Riau agar ekosistem ekonomi kreatif dapat berkembang secara lebih terintegrasi.
Ia menjelaskan, penguatan ekosistem tersebut akan didorong melalui pendekatan kolaboratif berbasis konsep Hexa Helix yang melibatkan unsur komunitas, pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, serta masyarakat.
"Lewat skema Hexa Helix, kita ingin membangun jembatan nyata antara komunitas, pemerintah, dan pelaku bisnis agar ekonomi kreatif di daerah bisa tumbuh bersama," jelasnya.
Nanda berharap, dengan kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan, Pekanbaru tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya komunitas kreatif, tetapi juga mampu berkembang menjadi kota kreatif yang mandiri dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.