Pencarian

Podcast Kelupas

Perkuat Penanganan Karhutla, PT RAPP Siapkan Langkah Mitigasi Berkelanjutan

Kamis, 05 Maret 2026 • 13:49:01 WIB
Perkuat Penanganan Karhutla, PT RAPP Siapkan Langkah Mitigasi Berkelanjutan
Fire Mineral Coordinator-Fire & Aviation Dept, Widi Santoso didampingi SHR Manager RAPP, Wijatmoko Rah Trisno, memberikan paparan kepada Menko Polkam RI Jenderal (Purn) Djamari Chaniago

PEKANBARU (RA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Politik dan Keamanan RI Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago menegaskan perlu adanya keterlibatan pihak swasta dalam penanganan Karhutla, khususnya di Provinsi Riau.

"Pihak swasta harus mengambil peran dalam penanganan Karhutla. Untuk itu kita minta adanya kesiapan alat dan sumber daya yang mumpuni," kata Menko Djamari.

Dikatakannya, perusahaan bukan hanya bertanggungjawab pada wilayah operasionalnya. Namun, juga dapat membantu daerah lain yang terkena dampak Karhutla jika memang hal tersebut dibutuhkan.

"Perusahaan itu tidak hanya bertanggungjawab pada wilayahnya saja. Apabila alat dan keberadaannya dibutuhkan pada daerah lain, perusahaan harus dapat membantu di luar wilayahnya," ungkapnya.

Bersamaan dengan hal itu, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai langkah mitigasi secara berkelanjutan, terutama di area yang berpotensi rawan kebakaran.

Fire Mineral Coordinator-Fire & Aviation Dept, Widi Santoso RAPP menyebutkan pihaknya secara rutin melakukan patroli darat dan pemantauan udara menggunakan teknologi drone, serta aktif melakukan sosialisasi kepada karyawan dan masyarakat sekitar mengenai pentingnya pencegahan karhutla.

"Selain itu, sejumlah posko siaga juga disiapkan di titik-titik rawan sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan. Apabila terjadi kebakaran, tim kami disiagakan untuk melakukan penanganan secara cepat dan terkoordinasi dengan dukungan armada pemadam, helikopter pemantauan, serta berbagai peralatan pemadaman guna memastikan api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas," katanya didampingi SHR Manager RAPP, Wijatmoko Rah Trisno.

Tak hanya itu, setiap tahun, APRIL juga mengumumkan periode rawan kebakaran sebagai bentuk kesiapsiagaan tim operasi kebakaran untuk memantau dan memadamkan titik panas serta kebakaran di area konsesi.

Selain itu, itu berkomitmen untuk membantu pemadaman api yang terjadi dalam radius 3 kilometer dari batas wilayah konsesinya.

"Pengumuman ini merupakan bagian penting dari pendekatan terpadu APRIL dalam pengelolaan kebakaran hutan dan lahan, serta mencerminkan komitmen berkelanjutan perusahaan untuk bekerja sama dengan pemerintah, pemegang konsesi lainnya, dan masyarakat dalam menghadapi risiko kebakaran di musim kemarau," sebutnya.

Lebih lanjut, pencegahan tetap menjadi pilar utama strategi manajemen karhutla APRIL. Sejak 2014, APRIL telah menjalankan Program Desa Bebas Api (Fire Free Village Program/FFVP) sebagai inisiatif edukatif dan kolaboratif dengan masyarakat desa untuk meningkatkan kesadaran tentang pengelolaan hutan yang bertanggung jawab.

Hingga saat ini, FFVP telah menjangkau 42 desa dengan cakupan area lebih dari 900.000 hektare dan berhasil menurunkan lebih dari 90% insiden karhutla sejak program dimulai.

Adapun investasi APRIL untuk pencegahan dan Penanggulangan Karhutla, diantaranya 2 unit helikopter dan airboat, 33 unit kendaran patroli dan pemantauan cuaca di estate, 495 pompa air, 3.773 selang dalam berbagai ukuran, 7 lokasi pemantauan kabut asap di wilayah Riau serta 59 unit CCTV.

Dijelaskannya, sejak 2018, APRIL juga telah menyelesaikan pembangunan Fire Coordination Centre untuk mendukung operasional pemantauan dan penanggulangan kebakaran.

"Perusahaan juga memiliki 1.095 petugas pemadam kebakaran profesional dan 1.875 relawan pemadam kebakaran yang telah dilatih serta relawan yang tersebar di 125 desa. Kemudian untuk Fire Emergency Respond Team (FERT), terdiri dari 30 petugas pemadam kebakaran khusus yang siaga 24 jam sehari selama satu pekan," pungkasnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks