Pencarian

Podcast Kelupas

Buka Musrenbang Kecamatan Limapuluh, Wako Agung: Kompas Utama Menyusun Kebijakan

Rabu, 11 Februari 2026 • 18:09:59 WIB
Buka Musrenbang Kecamatan Limapuluh, Wako Agung: Kompas Utama Menyusun Kebijakan
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho berdialog dengan warga dalam Musrenbang

PEKANBARU (RA) - Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Limapuluh, Rabu (11/2/2026). 

Musrenbang yang digelar di kantor kecamatan ini sangat penting sebagai wadah strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat yang akan menjadi dasar penentuan arah kebijakan pembangunan Kota Pekanbaru.

"Hari ini secara resmi Musrenbang Kecamatan Limapuluh saya nyatakan dibuka. Saya memilih turun langsung ke kecamatan-kecamatan karena masukan dari masyarakat merupakan kompas utama dalam menyusun kebijakan dan program pembangunan, termasuk untuk perencanaan tahun 2027," kata Wako Agung.

Pada tahun sebelumnya, Pemko Pekanbaru dengan dukungan anggota DPRD dari daerah pemilihan (Dapil) Limapuluh telah merealisasikan pengaspalan di sejumlah titik ruas jalan. Namun demikian, masih terdapat satu ruas jalan yang belum tertangani, yakni di depan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Jalan Tanjungbatu, tak jauh dari kawasan Pelabuhan Sungai Duku.

"Berkat dukungan anggota dewan yang menginginkan seluruh jalan dapat ditingkatkan kualitasnya demi kenyamanan masyarakat, jalan di Tanjungbatu akan kami tingkatkan dengan konstruksi beton," jelas Agung.

Selain peningkatan infrastruktur jalan, Agung juga menyampaikan rencana pembangunan sarana dan prasarana olahraga yang akan difungsikan sebagai ruang terbuka hijau (RTH) sekaligus ruang interaksi sosial bagi masyarakat Kecamatan Limapuluh. Pemko Pekanbaru telah menyiapkan anggaran untuk mendukung rencana tersebut pada tahun 2026.

Pada kesempatan yang sama, Agung turut mengapresiasi kehadiran dan kontribusi Lembaga Pengelola Sampah (LPS) dalam mendukung penanganan kebersihan lingkungan. Pada tahun ini, pemko menempatkan satu unit kendaraan operasional di tingkat kecamatan, lengkap dengan sepuluh personel dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

"Target kami adalah pembersihan drainase sepanjang 20 meter per orang setiap hari. Dengan sepuluh petugas, berarti sekitar 200 meter drainase dapat dibersihkan setiap harinya," ungkapnya.

Menutup arahannya, Agung meminta masukan dari masyarakat terkait ruas jalan yang benar-benar menjadi jalur poros atau jalur penghubung utama yang paling sering digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Selain itu, ia juga membuka ruang aspirasi terkait kebutuhan fasilitas pendidikan di wilayah tersebut.

"Aspirasi masyarakat sangat kami butuhkan. Agar, pembangunan yang dilakukan benar-benar tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh warga," pungkasnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks