Kematian David Terlupakan, YPC Sibuk Urus PON

Kematian David Terlupakan, YPC Sibuk Urus PON
(Ilustrasi int)

PEKANBARU (RA) - Terkait pertanggung jawaban Yayasan Pendidikan Cendana (YPC) atas David Junaidi (30) korban kecelakaan iring-iringan PON yang akhirnya tutup usia, YPC masih belum ada kejalasan.

Nofi, kakak kandung David Junaidi mencurahkan keluh kesahnya melalui sambungan telepon, Senin (17/9) siang. Menurutnya, YPC seakan tidak perduli karena sibuk mengurus PON.

"Kemarin saya telepon. Dia bilang nanti saja. Karena masih sibuk mengurus PON. Meskipun kejelasannya belum ada. Kita sangat mengharapkan bantuan dari YPC," jelasnya.

Meskipun akhirnya tutup usia, David Junaidi sempat di rawat di Rumah Sakit mewah RS Eka Hospital. Toh, biaya pengobatanpun sangat menguras kantong Nofi, sebesar Rp.130 juta. Biaya sudah besar. Davidpun tak terselamatkan. Pihak 'lawan' seakan acuh tak acuh.

Sementara untuk berhutang, pihak keluarga menggadaikan surat tanah. Hutangpun masih ada sekitar Rp80 juta lagi. "Namun, kami harus terus optimis dan berusaha. Kami yakin semuanya pasti terselesaikan," kata Nofi.

Sementara itu, salah seorang Pimpinan YPC, Teguh saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon membantah bahwa pihaknya tidak peduli dan lebih mengutamakan PON. "Bukannya kami tidak peduli. Tetapi, kami harus menyelesaikan PON dulu. Lagi pula, menurut polisi bukan kami yang menabrak kami hanya ditabrak. Namun, kami tetap akan memberikan pertanggung jawaban," janjinya. (RA9)

Berita Lainnya

View All