KUANSING (RA) - Sorak sorai penonton menggema di lapangan voli Dusun I, Desa Pulau Busuk, Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuantan Singingi.
Atmosfer semakin semarak saat pertandingan voli putra-putri Pulau Busuk Cup 2026 digelar, Selasa (20/1/2026) sore.
Di tengah riuh tepuk tangan dan dukungan suporter, satu teriakan khas terdengar mendominasi 'Maaak ontam mak!'.
Ungkapan ini menjadi seruan ikonik yang membakar semangat pemain di lapangan.
Dalam bahasa khas Taluak Kuantan, mak berarti mamak atau paman, sementara ontam bermakna hantam atau hajar.
Sorakan tersebut kerap menggema dari para pendukung tim Mamak Kenek asal Desa Ketaping Jaya, Kecamatan Inuman, saat berhadapan dengan Pangeran VC Junior dari Kecamatan Sentajo Raya.
Setiap kali tempo permainan menurun, teriakan khas itu kembali membahana, seolah menjadi energi tambahan bagi tim kebanggaan mereka.
Tak sekadar menonton, para penonton benar-benar larut dalam euforia pertandingan.
Ajang ini pun tak hanya menjadi kompetisi adu teknik antar tim, tetapi juga berubah menjadi pesta kebersamaan yang mempertemukan tim-tim dari Kabupaten Kuantan Singingi hingga Kabupaten Indragiri Hulu.
Salah seorang panitia pelaksana, Maralis, mengapresiasi kreativitas dan antusiasme penonton dalam memberikan dukungan.
Menurutnya, sorakan dan yel-yel justru menjadi penyemangat tersendiri bagi para pemain.
"Dukungan penonton dengan sorakan dan yel-yel itu membuat suasana pertandingan jauh lebih semarak dan menambah motivasi tim yang bertanding," ujarnya.
Meski demikian, panitia tetap menerapkan aturan tegas demi menjaga keamanan dan kenyamanan bersama selama pertandingan berlangsung.
"Dengan semangat sportivitas dan dukungan penonton yang tertib, pertandingan voli di Desa Pulau Busuk bukan hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga hiburan rakyat yang menyatukan masyarakat," tutupnya.