SIAK (RA) - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau meluruskan informasi yang beredar terkait kabar adanya warga yang diterkam Harimau Sumatera di Desa Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.
Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan pengecekan langsung ke lapangan serta berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat.
"Dari hasil pengecekan di lapangan, tidak benar ada warga yang diterkam harimau. Yang terjadi adalah perjumpaan langsung antara manusia dengan Harimau Sumatera," ujar Ujang, Sabtu (10/01/2026).
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (08/01/2026) sekitar pukul 19.00 WIB di RT 02/RW 07 Dusun 04, Desa Teluk Masjid.
Seorang warga bernama Zulfikar saat itu hendak menyusul dua rekannya yang lebih dulu memancing di area perkebunan sawit milik Koperasi Tinera Jaya.
Menurut Ujang, Zulfikar awalnya melihat sorot mata dari kejauhan dan mengira itu adalah sapi.
Namun setelah diarahkan cahaya senter, terlihat seekor Harimau Sumatera dengan jarak sekitar empat meter, terpisah oleh sebuah parit.
"Korban langsung menjauh dan menyelamatkan diri ke pondok pekerja koperasi, lalu memperingatkan teman-temannya untuk berlindung," jelasnya.
Ujang juga membantah informasi lain yang menyebutkan banyak sapi dilepas di sekitar lokasi kejadian.
"Setelah dikonfirmasi dengan pemerintah desa, sapi yang dilepas tidak berada di area perjumpaan dengan harimau," tegasnya.
Dalam pengecekan lapangan, tim BBKSDA Riau bersama perangkat desa menemukan jejak Harimau Sumatera berukuran sekitar 12 sentimeter yang diperkirakan berasal dari satu individu. Jejak tersebut ditemukan di koordinat 1,047200 LU dan 102,155600 BT.
"Lokasi perjumpaan berada di kawasan APL perkebunan sawit. Sementara arah jejak menuju kawasan Hutan Produksi yang berjarak sekitar empat kilometer dari lokasi," kata Ujang.
Sebagai langkah antisipasi, BBKSDA Riau telah melakukan sosialisasi serta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat beraktivitas di sekitar lokasi.
"Kami mengimbau warga agar tidak beraktivitas sendirian, sebaiknya berkelompok, serta menghindari aktivitas terlalu pagi, sore, dan malam hari yang merupakan waktu aktif Harimau Sumatera," ujarnya.
BBKSDA Riau juga meminta masyarakat segera melapor kepada petugas, Babinsa, atau Bhabinkamtibmas jika kembali menemukan tanda-tanda keberadaan satwa dilindungi tersebut.
"Pemantauan akan terus kami lakukan untuk memastikan situasi tetap aman dan mencegah konflik antara satwa liar dan manusia," pungkasnya.
#Harimau
#Siak