PEKANBARU (RA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di Provinsi Riau pada Rabu (7/1/2026) akan didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang terjadi hampir di seluruh wilayah.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yasir Prayuna menyampaikan bahwa kondisi atmosfer hari ini cenderung labil sehingga memicu peningkatan awan hujan sejak pagi hingga malam.
Pada pagi hari, sejumlah wilayah seperti Kabupaten Bengkalis, Siak, dan Pelalawan sudah berpeluang diguyur hujan ringan hingga sedang meski cuaca secara umum berada dalam kondisi udara kabur dan cerah berawan.
"Memasuki siang hingga sore hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprediksi semakin meluas di sebagian besar wilayah Riau," ujarnya.
Kondisi ini diperkirakan terus berlanjut hingga sore hingga malam hari, dengan hujan ringan hingga sedang berpeluang terjadi di Kabupaten Rokan Hulu, Pelalawan, Bengkalis, Siak, Kampar, Kuantan Singingi, Indragiri Hilir, hingga Indragiri Hulu.
Pada dini hari, suasana cenderung kembali berawan dengan udara kabur, namun potensi hujan tetap ada di beberapa lokasi seperti Rokan Hulu, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi, Kampar, Bengkalis, dan Siak.
"BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait peluang hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama di wilayah Rokan Hulu, Kampar, Bengkalis, Pelalawan, Kuantan Singingi, Siak, Indragiri Hulu, dan Kota Pekanbaru," sebutnya.
Suhu udara pada hari ini berada di kisaran 22.0 sampai 33.0 derajat Celsius, dengan kelembapan 60–100 persen. Angin bertiup dari arah barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 10–30 km/jam.
Untuk wilayah perairan, BMKG memperkirakan tinggi gelombang laut di sebagian besar perairan Riau berada pada kategori rendah yaitu 0.5–1.25 meter.
"Namun gelombang lebih tinggi, mencapai 1.25–2.5 meter, berpotensi terjadi di perairan Indragiri Hilir sehingga nelayan dan pengguna transportasi laut diminta berhati-hati," ujarnya.
Sementara itu, pembaruan data hotspot per 7 Januari 2026 menunjukkan terdapat 52 titik panas di wilayah Sumatera, dengan sebaran terbesar berada di Sumatera Barat sebanyak 21 titik. Untuk Provinsi Riau sendiri, BMKG mencatat tidak ada titik panas pada periode tersebut.