ROHIL (RA) - Pagi itu, Lapangan Apel Mapolres Rokan Hilir terasa berbeda. Senin, 5 Januari 2026, deretan personel berdiri tegap di bawah langit yang cerah.
Bukan sekadar apel rutin, hari itu menjadi momen penghargaan atas kerja sunyi yang jarang terlihat publik. Dimana perjuangan panjang membongkar peredaran narkotika dalam skala besar.
Di hadapan barisan, Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni bersama Wakil Bupati Rohil Joni Carles berdiri memberi penghormatan kepada para personel Sat Narkoba dan Polsek Bangko.
Mereka adalah wajah-wajah di balik pengungkapan 79,970 kilogram sabu, jumlah terbesar yang berhasil diungkap jajaran Polda Riau sepanjang 2025.
Angka itu bukan sekadar statistik. Di baliknya ada malam tanpa tidur, pengintaian senyap, tekanan psikologis, hingga risiko keselamatan jiwa.
Setiap gram sabu yang berhasil diamankan berarti ribuan nyawa terselamatkan dari jerat narkotika.
"Prestasi ini bukan hal biasa. Ini adalah bentuk dedikasi, pengorbanan, dan tanggung jawab moral sebagai Bhayangkara," ujar AKBP Isa Imam Syahroni dalam amanatnya.
Ia menegaskan, penghargaan bukan sekadar simbol, tetapi pengakuan atas kerja keras dan integritas personel di lapangan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, capaian ini menjadi bukti nyata kehadiran negara di tengah ancaman narkoba.
Wakil Bupati Joni Carles menyebut keberhasilan tersebut sebagai prestasi yang membanggakan sekaligus menenangkan masyarakat.
"Kami sangat berterima kasih. Polisi telah menyelamatkan banyak warga Rokan Hilir dari bahaya narkotika. Ini kerja besar yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat," katanya.
Tak hanya soal pemberantasan narkoba, momen itu juga menjadi refleksi atas kinerja Polres Rohil sepanjang tahun.
Pengamanan Operasi Lilin 2025 berjalan aman tanpa kejadian menonjol, memperlihatkan kesiapan aparat dalam menjaga stabilitas daerah di momen krusial.
Sebanyak 10 personel berprestasi menerima penghargaan pagi itu. Tepuk tangan mengalir, bukan sebagai formalitas, melainkan sebagai penghormatan atas dedikasi yang sering kali bekerja dalam senyap.
Ketika upacara berakhir, sekitar pukul 09.50 WIB, satu pesan tersisa kuat: perang melawan narkoba bukan hanya tugas kepolisian, tetapi perjuangan bersama.
Namun di garis depan, ada mereka yang memilih berdiri lebih dulu dengan menghadapi risiko, demi masa depan yang lebih aman.
Dan di Rokan Hilir, 79,9 kilogram sabu yang gagal beredar menjadi saksi bahwa pengabdian tidak selalu terdengar, tapi dampaknya nyata.
#Narkoba
#Rohil