muhammad_raihan

Bocah Kalimantan Dipuja Sebagai Dewa Ini Hebohkan Dunia

Minggu,17 April 2016 - 18:02:46 WIB Di Baca : 16728 Kali

NASIONAL (RA) - Karena kondisi fisik yang langka, seorang bocah di Kalimantan bernama Muhammad Raihan (13) dipuja sebagai Dewa oleh penduduk desanya. Fenomena ini pun kini menjadi perbincangan dunia.

Raihan yang dianggap sebagai Dewa Hanoman mengaku tidak terganggu dengan rambut yang tumbuh di hampir seluruh tubuhnya. Ia menolak perawatan medis untuk mengatasi kondisi tersebut dan lebih menganggap sebagai karunia Tuhan.

Dalam dunia kedokteran, kondisi ini merupakan kondisi genetik langka yang disebut sebagai Werewolf Syndrome yang mengakibatkan nyaris setiap bagian tubuh tertutupi rambut.

Ia mengatakan, "Saya tidak terganggu dengan perhatian, seperti beberapa orang yang menertawakan saya, yang lain hanya datang kepada saya untuk mengharap berkah."

"Kadang-kadang orang berduyun-duyun ke rumah saya dari desa yang jauh hanya sekadar melihat saya sekilas. Mereka berpikir: Saya adalah Tuhan (Dewa) atau memiliki kekuatan khusus, tapi perhatian ini tidak apa-apa, karena saya tahu saya terlihat berbeda," lanjutnya.

Sang ibu, Pardan (45) sebenarnya sudah membawa putranya itu ke dokter, namun karena dokter mengatakan rambutnya akan tumbuh lebih panjang jika dicukur, maka Raihan pun berhenti berobat.

Dilaporkan media asal Inggris, Mirror, Pardan mengatakan, "Dia memiliki rambut lebih pada tubuhnya ketimbang anak sulung saya, tapi saya tidak khawatir karena setiap anak berbeda. Namun kekhawatiran saya tumbuh ketika rambut itu tumbuh lebih panjang dan tebal."

Almarhum ayahnya, Muslihah, yang juga khawatir tentang pertumbuhan rambut berlebihan pada anaknya itu telah membawanya ke tempat-tempat berobat lain yang hasilnya nihil. "Beberapa menawarkan operasi laser, tapi itu di luar kemampuan keuangan kami sehingga kami berhenti," tandas Pardan. (viva.co.id)


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...