Ada Apa dengan Pengerjaan Proyek di Kabupaten Pijay, 2 Tahun Tak Kunjung Selesai

Kamis, 27 Desember 2012 | 09:25:00 WIB
Hasbi Ibrahim

PADA tanggal 7 Maret  2010, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya secara resmi   memulai proyek pembangunan pusat perkantoran Pemerintahan ditandai dengan dipancangnya tiang sekaligus upacara Peusijuek gedung Kantor Bupati, gedung Sekretariat DPRK, gedung kantor BAPPEDA, serta Jalan Layang (Fly Over) menuju kompleks perkantoran tersebut pada hari Minggu, tanggal 7 Maret 2010 kala itu. Kompleks pusat perkantoran dibangun di atas lahan 30 hektar di kawasan Cot Trieng, Kemukiman Manyang Cut, Kecamatan Meureudu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pidie Jaya Ir Hanif Ibrahim ME seingat saya pada waktu itu menyebutkan, sumber dana pembangunan proyek pusat perkantoran Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya ini berasal dari hibah provinsi dan pusat, termasuk juga dana sharing kabupaten untuk pendampingan dana  DAK dari Departemen Dalam Negeri.

Pembangunan gedung Kantor Bupati dikerjakan oleh PT Galih Medan Persada dengan nilai kontrak Rp43.558.550.000, gedung Sekretariat DPRK ditangani CV Alaska Saho Adab dengan nilai kontrak Rp14.985.750.000, dan untuk gedung kantor BAPPEDA dengan nilai kontrak Rp6.681.580.000 dilaksanakan oleh PT Bumi Pasir Mas. Sementara itu, proyek Jalan Layang Fly Over dilaksanakan oleh PT Wanita Mandiri Perkasa dengan nilai kontrak Rp46.799.610.000. Jalan layang ini sepanjang 700 meter.

Dari sejumlah pengusaha pengerjaan proyek tersebut, mayoritas dikerjakan oleh orang luar daerah, ibarat pepatah aceh mengatakan Buya krung tahee teu deeng-deeng buya tameng meuraseuki maksudnya pengusaha lokal hanya melihat saja sedangkan pengusaha luar yang ambil untung.

Dalam pandangan mata kita, proyek tersebut yang dibangun hampir dua tahun namun sampai sekarang tak ada satu pun proyek tersebut yang dikategorikan siap 100%. Malah kantor pekerjaan umum (PU) sekarang dijadikan kantor Bupati, belum lagi dengan kondisi Gedung BAPPEDA yang kondisi bangunan tak sedap dipandang mata karena atap koyak-koyak serta lantai ada yang copot ibarat seperti gigi anak yang ompong. Percaya atau tidak, datang dan buktikan sediri, hanya fakta dan data yang bicara.

Dengan tulisan ini hendaknya kedepan masyarakat dapat memilih pemimpin yang benar-benar pro rakyat  dan bisa menguntungkan masyarakat umum bukan kelompok tertentu saja. ***

Oleh: Hasbi Ibrahim
Penulis adalah Wartawan Portal Berita RiauAktual.com

Terkini

Terpopuler