TNI Larang Wartawan Liput Pesawat Jatuh Karena Takut Ledakan

Selasa, 16 Oktober 2012 | 01:51:00 WIB
Pesawat TNI Jatuh di Samping Rumah Warga. kompas

JAKARTA (RA) - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, TB Hasanudin memberikan komentar terkait adanya pemukulan terhadap beberapa wartawan yang tengah melakukan peliputan di lokasi sekitar jatuhnya pesawat milik TNI Angkatan Udara (AU) di Pekanbaru, Riau pagi tadi.

Menurutnya, jika ada peswat milik TNI jatuh siapapun tidak boleh mendekati. Hal itu juga berlaku di kawasan lain di seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia. Pelarangan untuk mendekat itu bukanlah bertujuan untuk membatasi akses dari para wartawan. Hal itu dilakukan semata-mata hanya untuk mengantisipasi keselamatan orang di sekitar tempat itu dari kemungkinan terjadinya ledakan.

"Menurut ketentuan setiap pesawat militer, di dunia manapun ketika jatuh memang tidak boleh didekati karena dikhawatirkan ada ledakan," ujarnya kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/10/2012).

Meski demikian, Komisi I sangat menyesalkan jika memang telah terjadi pemukulan terhadap empat wartawan yang tengah melakukan tugas peliputan. "Kalau ada pemukulan saya kira tidak boleh terjadi," tegas TB Hasanudin.

Sebelumnya, empat wartawan mengalami penganiayaan oleh petugas berseragam TNI Angkatan Udara saat meliput jatuhnya pesawat Hawk 200 di kawasan Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau.

Tiga wartawan tersebut yakni Didik fotografer Riau Pos, Robi wartawan Riau Televisi, Fachri dan Rian Anggoro, fotografer Antara, Selasa (16/10/2012).

Akibat penganiayaan tersebut, kamera milik wartawan tersebut dirampas petugas. Tidak hanya itu, mereka juga melakukan pemukulan dan penganiyaan. “Tidak boleh mengambil gambar, kami sedang berduka,” kata salah seorang petugas tanpa mengindahkan orang yang menyatakan sebagai pewarta.

Selain wartawan, sejumlah warga yang berada di lokasi kejadian juga tidak luput dari penganiayaan. Bahkan ada salah seorang warga yang harus mendapat perawatan di Puskesmas akibat penganiayaan itu. (RA/ozc)

Terkini

Terpopuler