RIAU (RA) - Manajemen Mal SKA dan Living World Pekanbaru disorot karena belum menanggapi surat Pemerintah Provinsi Riau terkait upaya mengatasi kemacetan di Jalan Tuanku Tambusai dan Jalan Soekarno-Hatta.
Antrean kendaraan di pintu masuk dan keluar mal serta aktivitas antar-jemput pengunjung di badan jalan dinilai menghambat arus lalu lintas.
Plt Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau, Khairul Rizal, mengatakan pihaknya telah menyurati kedua manajemen mal untuk membahas solusi kemacetan. Namun, hingga Rabu (28/10/2026), surat tersebut belum mendapat tanggapan.
"Surat tersebut sudah kita sampaikan jauh hari sebelumnya. Hanya saja tidak ditanggapi," kata Khairul, Kamis (29/10/2026).
Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan sejumlah opsi penataan akses kendaraan, termasuk usulan penambahan jalur masuk mal untuk mengurangi antrean yang mengular hingga ke jalan utama. Pengelola juga diminta menyediakan area khusus bagi kendaraan ojek online dan taksi online agar aktivitas antar-jemput tidak mengganggu lalu lintas.
Selain itu, Khairul menyoroti penggunaan daerah milik jalan (DMJ) di sekitar mal sebagai tempat parkir dan berjualan menggunakan tenda. Ia meminta Pemerintah Kota Pekanbaru, Dinas Perhubungan, dan kepolisian menindaklanjuti persoalan tersebut agar fungsi jalan tidak terganggu.
"Kita juga tidak tahu kenapa DMJ ini bisa digunakan menjadi lahan parkir dan siapa yang mengelola," ujarnya.
Di sisi lain, Pemprov Riau menargetkan pengerjaan pelebaran jalan dan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik rawan kemacetan rampung pada Desember 2026. Salah satu fokusnya adalah kawasan Simpang SKA di bawah flyover yang akan ditata agar pergerakan kendaraan lebih teratur.
Dalam skema tersebut, kendaraan dari pusat kota melalui Jalan Tuanku Tambusai akan diarahkan menggunakan putaran balik (U-turn) di depan RS Hermina, sedangkan kendaraan di Jalan Soekarno-Hatta diarahkan melintasi flyover.
Penataan U-turn juga mencakup kawasan depan Daikin dan Lotte Mart di Jalan Soekarno-Hatta serta depan Masjid RJ di Jalan Tuanku Tambusai. Penanganan tikungan di kawasan Living World turut masuk dalam pekerjaan.
Khairul menegaskan, pelebaran jalan bertujuan menambah kapasitas jalan, bukan mempersempitnya.
"Penataan jalan ini tidak mengurangi luas badan jalan, apalagi mempersempitnya. Justru luas badan jalan bertambah. Masyarakat tidak perlu khawatir karena tujuannya untuk mengurai kemacetan," tutupnya.