Mengapa Jerawat Bisa Muncul di Ketiak? Dokter Kulit Ungkap Penyebabnya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:31:28 WIB
Ilustrasi jerawat di ketiak.

RIAUAKTUAL (RA) - Kemunculan benjolan kemerahan yang menyerupai jerawat di area ketiak kerap kali menimbulkan rasa tidak nyaman dan kekhawatiran tersendiri.  

Meski bentuknya tampak meresahkan, pakar dermatologi menegaskan bahwa benjolan di lipatan lengan ini dapat diatasi dengan solusi yang sederhana.  

Bahkan, kemunculannya di kemudian hari bisa dicegah sepenuhnya hanya dengan mengubah beberapa kebiasaan kecil saat membersihkan diri, khususnya ketika menggunakan pisau cukur.

Secara visual, benjolan yang muncul di ketiak memang memiliki wujud fisik yang sangat mirip dengan jerawat yang biasa tumbuh di wajah, berwarna kemerahan, menonjol, dan terkadang memiliki titik putih di tengahnya.

Namun, kondisi medis yang mendasarinya sering kali jauh berbeda. Dokter kulit bersertifikat, Marguerite Germain, MD, meluruskan anggapan keliru yang sering beredar di masyarakat mengenai benjolan tersebut.

“Biasanya, 'jerawat' di ketiak atau di bawah lengan sebenarnya bukanlah jerawat,” ungkap dr. Germain, seperti disadur SELF Magazine.

Benjolan tersebut lebih sering merupakan folikulitis, yakni peradangan pada folikel rambut, atau bahkan furunkel (bisul) yang dipenuhi nanah akibat infeksi bakteri yang lebih besar.  

Selain itu, ada pula kondisi pseudofolikulitis yang sangat erat kaitannya dengan rutinitas perawatan tubuh harian.  

Dokter kulit bersertifikat, Abigail Waldman, MD, memaparkan secara spesifik mengenai kondisi ini.

Menurutnya, pseudofolikulitis berasal dari iritasi pada folikel atau rambut tumbuh ke dalam yang diakibatkan oleh proses mencukur, waxing, atau mencabut bulu.

Ketiak memiliki karakteristik lingkungan anatomi yang unik, yaitu kondisinya cenderung hangat, lembab, tertutup, dan sering mengalami gesekan.  Karakteristik inilah yang menjadikannya lokasi ideal bagi bakteri untuk berkembang biak dengan cepat jika kebersihannya tidak dijaga.

Dr. Waldman menjelaskan, mekanisme utama bagaimana benjolan tersebut bisa terbentuk di area lipatan.

“Baik penyumbatan maupun infeksi pada folikel rambut di ketiak menyebabkan jerawat di area ini,” jelas dr. Waldman.

Penggunaan produk perawatan harian seperti deodoran berbahan keras, gesekan dari pakaian yang terlalu ketat, hingga penumpukan keringat menjadi pemicu sekunder yang memperparah keadaan.

Lingkungan yang tertutup membuat kulit ketiak kesulitan untuk "bernapas", sehingga peradangan lebih mudah terjadi. Menyoroti faktor lingkungan ini, dr. Germain menambahkan bagaimana suhu memengaruhi kondisi kulit ketiak.

“Panas memainkan peran dan dapat menyebabkan benjolan serta jerawat di area di mana keringat menumpuk, seperti ketiak,” tambahnya.

Mengingat faktor pemicu terbesarnya adalah iritasi fisik dari luar, langkah pencegahan terbaik harus dimulai dari modifikasi rutinitas mencukur.  Pisau cukur yang bergesekan langsung dengan kulit dapat menciptakan luka mikro yang menjadi pintu masuk bagi bakteri.  

Oleh karena itu, sangat dilarang untuk mencukur dalam keadaan kulit ketiak yang kering. dr. Germain membagikan tips krusial sebelum silet menyentuh kulit.

“Tunggulah sampai kamu berada di bawah pancuran air hangat atau berendam selama beberapa menit sebelum mulai mencukur, karena panas akan melembutkan folikel rambut dan membuatnya lebih mudah untuk dihilangkan,” saran dr. Germain.

Setelah folikel melunak, teknik mengayunkan alat cukur juga tidak boleh dilakukan secara asal-asalan demi mencegah trauma berulang pada kulit.  Dokter kulit bersertifikat, Ranella Hirsch, MD, merekomendasikan penggunaan silet tajam yang dilengkapi strip pelembap serta teknik cukur sekali usap.  

“Kamu perlu menekan dengan lembut untuk melakukan satu usapan searah dengan pertumbuhan rambut. Ini adalah kuncinya karena luka berulang di berbagai sudut yang memperburuk masalah,” imbau dr. Hirsch.

Terkini

Terpopuler